BW Ungkap Puluhan Saksi AMIN Mundur Jelang Sidang MK Imbas Intimidasi dan Teror

Halaman ini telah diakses: Views
Bambang Widjojanto mengikuti sidang perdana perselisihan hasil Pemilu (PHPU) atau Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Bambang Widjojanto mengikuti sidang perdana perselisihan hasil Pemilu (PHPU) atau Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Anggota tim hukum Anies-Muhaimin, Bambang Widjojanto, mengungkapkan puluhan saksi mereka mundur jelang memberikan keterangan di sidang gugatan Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi.

Eks pimpinan KPK ini menyebut, puluhan saksi mereka mundur karena dugaan intimidasi hingga teror.

BW mengatakan, ada banyak yang mendaftar sebagai saksi untuk paslon 01 itu. Mereka juga telah melaksanakan seleksi kepada saksi sebelum dibawa ke MK.

"Yang sudah Oke, yang sudah inline-inline itu, terus kualitasnya. Orang ini punya pengetahuan tapi tidak bisa menjelaskannya kan repot itu, karena waktu kita singkat, 15 menit. Jadi kita harus concise betul," kata BW kepada wartawan di MK, Jakarta, Senin (1/4).

Saksi dan ahli yang dihadirkan pasangan AMIN di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (1/4). Foto: Hedi/kumparan
Saksi dan ahli yang dihadirkan pasangan AMIN di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (1/4). Foto: Hedi/kumparan

Dari hasil seleksi, BW menyebut bahwa saksi yang terpilih sedikit demi sedikit mundur.

"Yang terpilih itu lama-lama mundur, karena itu, saya enggak mau bilang terjadi intimidasi, terrorizing, saya enggak mau bilang begitu," ujarnya.

"Puluhan saksi kita mundur gara-gara ini," imbuhnya.

MK saat ini masih mendengarkan keterangan ahli dan saksi dari AMIN. Ketua THN AMIN Jawa Timur, Andry Hermawan, mencontohkan adanya kepala desa yang divonis penjara karena tidak deklarasi mendukung paslon 02.

"Rata-rata di Jawa Timur terkait masalah adanya keterlibatan kepala desa yang dimobilisasi untuk mendukung paslon 02, dan juga adanya kepala desa yang mendapat ancaman jika tidak deklarasi untuk mendukung capres 02," kata Andry.

"Kita mencari kepala desanya untuk membuat laporan bahwa dia diintimidasi. Tapi kita tidak bisa mendapatkan bertemu dan sebagainya, karena kita kesulitan," tutur Andry.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url