Sambutan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam acara "Peringatan Nuzulul Quran dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Partai Golkar" di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (29/3). Foto: Zamachsyari/kumparan
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto angkat bicara mengenai kans pertemuan capres peraih suara terbanyak, Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Airlangga menyebut hubungan Prabowo dengan Megawati baik. Seperti hubungan Prabowo dengan Golkar.
"Tentu Pak Prabowo hubungannya baik dengan seluruh partai," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (29/3).
Pertemuan Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri, 24 Juli 2019. Foto: Antara Foto/Puspa Perwitasari
Airlangga menjelaskan, ke depannya, Prabowo akan menjadi presiden bagi seluruh masyarakat Indonesia. Baik yang memilihnya ataupun tidak.
"Dan ke depan seperti disampaikan dalam kampanye bahwa beliau akan menjadi presiden seluruh rakyat Indonesia, baik yang memilih atau yang tidak memilih. Itu bagian pembicaraan Pak Prabowo," ucapnya.
Lebih jauh, Airlangga mengaku terbuka apabila ada partai di luar koalisi yang ikut bergabung. Ia menjelaskan, dalam 10 tahun ke depan menjadi periode yang kritikal bagi partainya.
"Partai Golkar adalah partai terbuka dan yang paling penting 10 tahun ke depan bagi Golkar dalam periode yang dalam tanda petik kritikal, bahwa dalam bonus demografi ini harus netes, prasyaratnya harus stabil sehingga program bisa didorong," pungkasnya.