Cerita Komunitas Dinding, 14 Tahun Mengajar Anak-anak di Pasar Tanpa Pamrih

Halaman ini telah diakses: Views
Suasana saat tenaga pengajar dari Komunitas Dinding mengajar anak-anak di Pasar Bersehati
Suasana saat tenaga pengajar dari Komunitas Dinding mengajar anak-anak di Pasar Bersehati

MANADO - Nama Komunitas Dinding mungkin tidak asing bagi masyarakat kota Manado, sebab komunitas ini telah dikenal sejak lama lewat dedikasinya memberikan pendidikan secara cuma-cuma bagi anak-anak di lingkungan Pasar Bersehati.

Komunitas yang saat ini diketuai oleh Meikel Pontolondo, telah memasuki usia ke-14 tahun. Sepanjang perjalanannya komunitas ini secara konsisten memberikan dampak baik kepada anak-anak.

Misalnya yang diutarakan oleh Aira salah satu anak yang belajar di Komunitas Dinding. Aira yang duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar mengaku senang karena memiliki banyak teman serta diajari oleh kakak-kakak yang baik.

"Belum lama masuk, tapi senang banyak teman dan kakak-kakak itu baik," kata Aira selepas belajar.

Sementara itu, bagi Hengkie Paulus Tondatuon, Sekretaris Komunitas Dinding, eksistensi itu merupakan kontribusi dari seluruh pengurus serta relawan yang memberi diri secara tulus .

Meminjam lantai 3 Pasar Bersehati yang tak digunakan, para tenaga pengajar dari Komunitas Dinding Manado memberikan pendidikan gratis untuk anak-anak di pasar tersebut.
Meminjam lantai 3 Pasar Bersehati yang tak digunakan, para tenaga pengajar dari Komunitas Dinding Manado memberikan pendidikan gratis untuk anak-anak di pasar tersebut.

"Tidak tahu sudah berapa banyak, tapi bagi kami semua yang sempat memberi diri untuk mengajar, semua pengurus dan relawan, sama saja sudah berjasa," ujar Hengkie.

Walau hanya memanfaatkan lokasi lantai tiga gedung pasar yang tidak terisi, Hengki bersama rekan-rekannya setiap hari sabtu siang, senantiasa meluangkan waktu mengajar puluhan anak yang ada di Pasar Bersehati dan sekitarnya. Diakuinya bahwa mengajar anak-anak itu memberikan kesenangan tersendiri.

"Selama mengajar di sini senang, karena ada banyak yang bisa didapatkan juga, kekeluargaan dan senang melihat anak-anak ini belajar," ujarnya.

Saat ini setidaknya terdapat sebanyak 45 anak yang belajar di Komunitas Dinding, dari angka itu hanya sekitar delapan anak yang tidak bersekolah.

"Kalau keseluruhan ada 45 anak yang belajar bersama kami, mungkin tinggal delapan anak yang belum sekolah," kata Angelica Tiow, Wakil Ketua Komunitas Dinding menjelaskan.

Angelica berharap dengan komitmen yang telah ditunjukkan oleh komunitas dinding selama ini, dapat memotivasi para orang tua dan anak-anak tentang pentingnya pendidikan.

"Kami berharap dengan semua ini, orang tua khususnya anak-anak boleh termotivasi kalau pendidikan itu penting, sehingga boleh juga mengubah stigma anak pasar yang selama ini dikenal kurang baik," katanya kembali.

manadobacirita/sw

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url