BSKDN Kemendagri Tegaskan Pentingnya Inovasi Dilihat dari Penerima Manfaat
23 Mar, 2024
Halaman ini telah diakses:
Views
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menghadiri acara Penguatan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Berbasis Karakteristik dan Kearifan Lokal pada 4 Daerah Otonom Baru (DOB) Papua di Kabupaten Nabire pada Jumat (22/3/2024). Foto: Dok. Kemendagri
Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri menegaskan mengenai pentingnya inovasi dilihat dari sudut pandang penerima manfaat, yakni masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo saat kunjungan kerja ke Provinsi Papua Tengah. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka Penguatan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Berbasis Karakteristik dan Kearifan Lokal pada 4 Daerah Otonom Baru (DOB) Papua di Kabupaten Nabire pada Jumat (22/3).
"Selain memiliki nilai kebaharuan dan nilai tambah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di daerah. Inovasi semestinya dikembangkan dengan melihat sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat," ungkap Yusharto.
Yusharto melanjutkan, saat melaporkan inovasi pada Kemendagri melalui aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IID) yang diinisiasi BSKDN, dia menyarankan agar Pemprov Papua Tengah juga memperhatikan tingkat kematangan inovasi yang dilaporkan karena hal itu sangat menentukan hasil pengukuran IID suatu daerah.
"Dalam pengukuran IID yang kita nilai adalah ekosistem inovasi yang ada di daerah bukan inovasi per inovasi," tambahnya.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menghadiri acara Penguatan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Berbasis Karakteristik dan Kearifan Lokal pada 4 Daerah Otonom Baru (DOB) Papua di Kabupaten Nabire pada Jumat (22/3/2024). Foto: Dok. Kemendagri
Dia mengingatkan Pemprov Papua Tengah tidak memelihara anggapan yang salah terkait inovasi. Misalnya anggapan bahwa inovasi adalah digitalisasi, sehingga di luar dari digitalisasi tidak bisa disebut sebagai inovasi. Anggapan yang keliru ini dapat memicu keengganan untuk berinovasi.
"Inovasi adalah bagaimana kita menyikapi permasalahan yang dihadapi daerah dapat terselesaikan dengan cara yang lebih mudah, lebih murah dan lebih cepat itulah hakikat inovasi. Inovasi bukan suatu yang mahal, digitalisasi tetapi sesuatu yang membawa banyak manfaat bagi masyarakat," terangnya.
Sejalan dengan itu, Yusharto juga mengapresiasi Pemprov Papua Tengah yang pada 2023 sudah melaporkan inovasinya melalui aplikasi IID. Dia berharap ke depannya, kontribusi Pemprov Papua Tengah dalam pelaporan inovasi daerah dapat terus meningkat.
"Mudah-mudahan ini akan berlanjut dan mohon dukungan dari Bapak/Ibu Kepala Dinas," jelasnya.
Sementara itu, terkait peningkatan inovasi di Papua Tengah, Yusharto mengatakan, pemprov dapat memanfaatkan proyek perubahan sebagai hasil dari pelatihan kepemimpinan yang diikuti oleh perangkat daerah untuk memperkuat ekosistem inovasi di wilayah Provinsi Papua Tengah.
"Pelatihan kepemimpinan ini yang akan menghasilkan proyek perubahan. Dari sini (proyek perubahan) inovasi akan lahir. Inovasi tersebut kemudian dapat kita catatkan sebagai inovasi milik Provinsi Papua Tengah apabila memiliki nilai kematangan yang baik," pungkasnya.