Liputan6.com, Jakarta: Harga emas pada perdagangan Jumat (19/8) petang terus membukukan rekor baru. Harga emas kian berkilau menyusul pernyataan Morgan Stanley yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat di kuartal ketiga ini menurun. Pernyataan ini membuat kondisi fundamental ekonomi global semakin memburuk.
Sentimen lain yang membuat harga emas naik datang dari adanya laporan perdagangan perhiasan di Cina pada kuartal kedua silam naik 16 persen menjadi 102,9 ton. Sedangkan di India naik 17 persen menjadi 139,8 ton.
Emas spot naik 1,6 persen menjadi US$ 1.852,75 per troy ons dengan level support US$ 1.820,29 per troy ons dan level resistant US$ 1.869,30 per troy ons.
Analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memperkirakan pergerakan harga emas masih naik dan menciptakan rekor baru pada perdagangan hari ini. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan mencoba rekor baru di level US$ 1.870 per troy ons.(vibiznews.com/BOG)