CIREMAITODAY.COM, CIREBON – Bupati Cirebon Imron meminta Satpol PP memperketat pengawasan tempat hiburan malam menyusul laporan adanya pelajar dan mahasiswa yang mengunjungi tempat dugem di wilayah Kabupaten Cirebon.
Imron menegaskan, pemerintah daerah perlu melindungi generasi muda dari risiko pergaulan di tempat hiburan malam. Ia juga meminta Satpol PP berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk melakukan razia.
“Ya, saya dapat laporan ada anak-anak muda di tempat dugem. Ada yang berstatus pelajar dan mahasiswa. Saya minta Satpol PP lakukan pengawasan lebih ekstra. Lindungi anak-anak kita, jangan sampai ada di tempat dugem,” ujar Imron.
Menurut Imron, pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Orang tua juga perlu mengawasi pergaulan anak agar tidak terjerumus dalam perilaku berisiko.
“Tidak bisa pemerintah saja, peran orangtua juga sangat besar. Kita harus bersama menjaga anak-anak, awasi pergaulan mereka,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah selama ini berkolaborasi dengan kepolisian dan TNI. Ke depan, Satpol PP akan melakukan razia bersama aparat terkait.
“Selama ini pemerintah terus kolaborasi dengan kepolisian dan TNI. Ya, nanti Satpol PP lakukan razia bersama polisi dan TNI,” ucapnya.
Terkait wacana moratorium atau pembatasan tempat hiburan malam, Imron menyebut pemerintah daerah perlu membicarakannya terlebih dahulu dengan DPRD Kabupaten Cirebon.
DPRD Soroti Pengawasan Tempat Hiburan Malam
Desakan peningkatan pengawasan juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Basori. Ia menilai Satpol PP perlu bertindak lebih tegas untuk mencegah pelajar dan mahasiswa masuk ke tempat hiburan malam.
“Sangat disayangkan kalau ada pelajar dan mahasiswa yang masuk ke tempat hiburan malam. Bagaimanapun tugas mereka kan belajar. Satpol PP harus melakukan tindakan. Saya menilai Satpol PP belum maksimal,” kata Hasan, Jumat (16/10).
Hasan mengingatkan Satpol PP agar menjalankan tugas sesuai peraturan daerah yang berlaku. Menurutnya, pengawasan dan pengendalian menjadi bagian penting untuk memastikan aturan berjalan di lapangan.
“Bagi saya, yang penting itu pengawasan dan pengendalian. Satpol PP tentu paham betul tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan aturan. Saya tentu tidak menghendaki ada banyak anak muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, berada di tempat hiburan malam,” ucapnya.
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan, juga mendesak Satpol PP mengambil tindakan nyata. Ia menyoroti risiko konsumsi minuman beralkohol dan narkotika di kalangan generasi muda.
Aan mendukung pembatasan atau moratorium tempat hiburan malam, terutama di kawasan Tuparev, Kecamatan Kedawung. Ia meminta pemerintah daerah tidak menerbitkan izin baru untuk usaha sejenis di kawasan tersebut.
“Untuk di kawasan Tuparev Kedawung, saya pikir sudah cukup banyak tempat hiburan malam. Stop izin baru tempat hiburan malam,” tegas Aan.
Meski demikian, Aan mengakui Tuparev merupakan kawasan bisnis yang berbatasan dengan Kota Cirebon. Karena itu, ia menilai pengawasan terhadap operasional tempat hiburan malam dan peredaran minuman beralkohol perlu berjalan sesuai aturan.
“Itu tidak bisa dihindari, yang penting itu pengawasannya. Satpol PP harus melakukan monitoring keberadaan minuman keras, sesuai peraturan yang sudah ditetapkan,” tambahnya.
Kawasan Tuparev Kembali Jadi Perhatian
Sebelumnya, keberadaan Helen’s dan Sountbank di Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, turut memicu pembicaraan mengenai perkembangan tempat hiburan malam di kawasan tersebut.
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cirebon, Dika Agung Wahyudi, mengaku prihatin dengan bertambahnya tempat hiburan malam. Ia menyoroti kemungkinan akses tempat tersebut bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Kita bicara nasib anak muda Cirebon ke depan. Jangan sampai anak-anak muda Cirebon makin banyak yang masuk ke tempat hiburan malam,” pungkas Dika.
The post Tempat Dugem di Tuparev Disorot, Bupati Cirebon Minta Razia Gabungan appeared first on Ciremai Today.