OJK Cirebon Ajak Pemilik Uang Dingin Masuk Pasar Modal - ciayumajakuning

Halaman ini telah diakses: Views
Ciremai Today
Tagline: Jendela Informasi Jawa Barat 
OJK Cirebon Ajak Pemilik Uang Dingin Masuk Pasar Modal
Oct 27th 2026, 17:24 by Tarjoni

CIREMAITODAY.COM, CIREBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mengajak masyarakat yang memiliki dana menganggur atau uang dingin untuk mulai berinvestasi di pasar modal. Ajakan ini disampaikan sebagai salah satu cara mendukung ketahanan pasar saham nasional di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyampaikan ajakan tersebut dalam kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan tentang Reksa Dana Syariah melalui program PINTAR di Kantor OJK setempat, Senin (26/10/2026).

Agus meminta masyarakat melihat kondisi pasar modal dalam perspektif jangka panjang. Menurutnya, masyarakat yang memiliki dana lebih dan tidak menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat mempertimbangkan investasi di pasar modal.

“Kita justru meminta kepada rekan-rekan itu berpikir secara jauh ke depan, out of the box, bahwa kalau sistem saham kita ini memang lagi tertekan, dan upaya kita untuk membantu sebagai warga negara yang baik dan memiliki uang dingin, mulailah kemudian masuk di pasar modal supaya IHSG kita, bursa saham kita itu masih bisa bertahan dari kemerosotan dari IHSG itu sendiri,” katanya.

OJK Cirebon juga menggandeng berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix untuk memperkuat literasi dan partisipasi masyarakat di pasar modal. Sinergi ini melibatkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) serta mitra Self-Regulatory Organization (SRO), yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Edukasi keuangan turut menyasar lingkungan sekolah dan kampus di wilayah Ciayumajakuning, yang mencakup Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Literasi Pasar Modal Nasional Masih 17,78 Persen

Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi I OJK, Sujanto, mengatakan peningkatan literasi dan inklusi pasar modal masih menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, indeks literasi pasar modal nasional mencapai 17,78 persen. Sementara itu, indeks inklusi atau akses masyarakat terhadap produk pasar modal baru sebesar 1,34 persen.

Menurut Sujanto, angka tersebut menunjukkan perlunya memperluas pemahaman masyarakat sekaligus membuka akses terhadap berbagai instrumen investasi.

OJK meluncurkan program nasional PINTAR pada 27 April 2026. Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Ketua Dewan Komisioner OJK.

“Program investasi PINTAR ini sebenarnya program nasional yang sudah di-launching pada tanggal 27 April 2026 kemarin. Harapannya ini akan menyebar kepada banyak penduduk yang ada di Indonesia ini, termasuk nanti apakah pelajar, mahasiswa, pekerja, dan sebagainya,” ujar Sujanto.

Program PINTAR memiliki dua skema utama, yaitu PINTAR Reksa Dana Umum dan PINTAR Reksa Dana SiMuda Investasiku.

PINTAR Reksa Dana Umum ditujukan bagi calon investor tanpa batasan usia melalui investasi terencana dan berkala. Pilihan produknya meliputi reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham.

Adapun PINTAR Reksa Dana SiMuda Investasiku menyasar masyarakat berusia 18–30 tahun untuk membangun kebiasaan berinvestasi sejak dini.

“Nama programnya SiMuda Investasiku, yang memang secara khusus menyasar masyarakat muda berusia 18 hingga 30 tahun. Jalur ini merupakan wujud nyata komitmen OJK untuk membangun kebiasaan investasi sejak dini karena mereka adalah calon-calon investor yang sofistikated di masa depan,” katanya.

Investor Reksa Dana di Ciayumajakuning Capai 400 Ribu

Dalam pemaparannya, Sujanto menyebut total aset investasi nasional mencapai Rp1.003 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor reksa dana menyumbang sekitar Rp637 triliun dengan jumlah investor mencapai 30,87 juta secara nasional. Angka itu meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Jawa Barat, jumlah investor reksa dana tercatat sekitar 750.000 orang. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 12 persen dari total investor pasar modal di provinsi itu yang mencapai 6,2 juta orang.

Sementara itu, jumlah investor di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 400.000 orang. Cirebon dan Kuningan mencatat jumlah tertinggi, dengan total hampir 270.000 investor.

Dari sisi aset, nilai investasi reksa dana di wilayah Ciayumajakuning mencapai Rp1,37 triliun. Kota dan Kabupaten Cirebon menyumbang hampir Rp1 triliun dari total tersebut.

Khusus reksa dana syariah, jumlah investornya tercatat sekitar 34.000 orang dengan nilai aset mencapai Rp378 miliar. Sebagian besar investor reksa dana syariah tersebut berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun.

Data tersebut menunjukkan peluang pengembangan reksa dana syariah masih terbuka, terutama melalui edukasi keuangan dan perluasan akses investasi bagi generasi muda.

Melalui program PINTAR, OJK berharap masyarakat semakin memahami karakteristik produk investasi dan mampu mengambil keputusan keuangan sesuai profil risiko serta tujuan keuangan masing-masing.

The post OJK Cirebon Ajak Pemilik Uang Dingin Masuk Pasar Modal appeared first on Ciremai Today.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url