CIREMAITODAY.COM –Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Kuningan memperkuat konsolidasi organisasi, dan mendorong sinergi program pemberdayaan masyarakat dengan pemerintah daerah. LPM diharapkan tidak sekadar menjadi lembaga pelengkap, tetapi terlibat langsung dalam pelaksanaan program pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi (rakor) LPM Kabupaten Kuningan di Pendopo Bupati, Senin (26/10). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta merumuskan langkah strategis pemberdayaan masyarakat dari tingkat kabupaten hingga desa.
Ketua DPD LPM Kabupaten Kuningan, H Dudy Pamuji mengatakan, konsolidasi organisasi menjadi langkah penting setelah LPM di Kuningan sempat vakum selama sekitar 10 tahun. Sejak menerima amanah kepemimpinan, pihaknya mulai membangun kembali struktur organisasi hingga tingkat kecamatan.
“Selama 1,5 tahun ini, kami sudah membentuk kepengurusan LPM tingkat kecamatan. Tidak mudah membangun organisasi hingga seluruh wilayah Kuningan, sehingga diperlukan kerja sama dan dukungan semua pihak,” ujar Dudy.
Ia berharap, LPM dilibatkan dalam berbagai program pemerintah daerah yang berkaitan langsung dengan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), yang dinilai dapat melibatkan pengurus LPM di tingkat desa maupun kecamatan.
Menurut Dudy, keterlibatan tersebut penting agar LPM memiliki peran nyata dalam pembangunan, sekaligus memperkuat kedekatan organisasi dengan masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya menjadi pajangan. Program pemerintah yang berkaitan langsung dengan pemberdayaan masyarakat harus bisa disinergikan dengan LPM, mulai dari kabupaten hingga desa,” tegasnya.
Ketua DPD LPM Jawa Barat, H Rahmat Sulaiman menambahkan, bahwa LPM memiliki akar kuat dalam tradisi gotong royong masyarakat Indonesia. Karena itu, keberadaan organisasi harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Ia menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang jelas dan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah. LPM juga berencana mendorong bulan bakti gotong royong sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
“Rapat kerja harus menghasilkan rumusan yang jelas dan bersinergi dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait. LPM menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita pembangunan, termasuk visi Kuningan Melesat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat peran LPM dalam menggerakkan pemberdayaan masyarakat. LPM memiliki landasan regulasi dan kedekatan sosial yang menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan.
Dian meminta LPM menyusun program yang membumi, sesuai kebutuhan dan potensi setiap desa. Ia juga mengingatkan agar organisasi tersebut berperan sebagai penyampai aspirasi masyarakat, bukan justru menjadi sumber persoalan.
“LPM harus menjadi penyambung lidah masyarakat, bukan penyambung gosip. Gotong royong juga harus tetap menjadi modal utama pembangunan yang tidak boleh hilang dari tradisi kita,” ujarnya.
Bupati turut mendorong LPM menggali potensi lokal untuk menciptakan inovasi ekonomi desa. Setiap desa memiliki keunggulan berbeda, mulai dari pariwisata, adat istiadat, budaya hingga kearifan lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
Ia mencontohkan, Desa Cibuntu yang mampu bertransformasi menjadi desa wisata setelah sebelumnya merupakan kawasan bekas galian. Perubahan tersebut, menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan melalui inovasi dan pengelolaan yang tepat.
Perubahan tersebut, menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan melalui inovasi dan pengelolaan yang tepat. (dri)
The post LPM Kuningan: Dudy Pamuji Dorong Sinergi Program Pemberdayaan hingga Desa appeared first on Ciremai Today.