CIREMAITODAY.COM, – KUNINGAN – Operasi penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, resmi berakhir. Seluruh titik api berhasil dipadamkan, sementara pemantauan kawasan dilanjutkan oleh Balai TNGC.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana menyampaikan, penutupan pos lapangan dilakukan setelah rapat koordinasi dan evaluasi memastikan kondisi kawasan aman dan terkendali. Pada hari terakhir operasi, sebanyak 136 personel gabungan menyisir dan melakukan pendinginan di Blok Karang Dinding serta Blok BSB Bukit Seribu Bintang, termasuk kawasan Gunung Sumbul dan Gunung Dulang.
Sisa bara api yang sempat terpantau di sekitar Karang Dinding berhasil dipadamkan hingga tuntas. “Dengan kondisi lapangan yang dinyatakan aman dan terkendali, pos lapangan karhutla resmi ditutup. Pemantauan rutin selanjutnya dilanjutkan secara mandiri oleh tim BTNGC,”kata Indra, Senin (26/10).
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Rabu (21/10) malam dan diterima petugas pada Kamis (22/10) pagi. Api membakar vegetasi berupa semak belukar, alang-alang, serasah kering, hingga pohon pinus. Medan terjal, angin kencang, dan kondisi vegetasi yang mengering menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelumnya menyatakan seluruh titik api berhasil dipadamkan. Keberhasilan tersebut didukung operasi darat dan udara yang melibatkan ribuan personel gabungan, serta pengerahan helikopter TNI Angkatan Udara untuk melakukan water bombing.
TNI AU mengoperasikan helikopter EC-725/H225M Caracal dari Skadron Udara 8, Wing Udara 4 Lanud Atang Sendjaja, dengan dukungan pangkalan operasi di Lanud Sugiri Sukani, Majalengka. Helikopter tersebut melakukan penyiraman air berulang kali untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.
Pada saat bersamaan, petugas di darat membangun sekat bakar guna membatasi pergerakan api. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilaksanakan melalui tiga sortie penerbangan oleh BNPB bersama BMKG dan Alkonost Air, dengan dukungan operasional dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Gubernur KDM menyebut, penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl) ke awan potensial dilakukan untuk merangsang pertumbuhan awan hujan. Langkah tersebut diharapkan membantu membasahi kawasan terdampak dan mengurangi risiko kebakaran berulang, meski efektivitasnya bergantung pada kondisi atmosfer serta ketersediaan awan yang mendukung.
Penanganan karhutla ini melibatkan lintas instansi mulai dari TNI, Polri, Brimob Polda Jawa Barat, Yonif TP 839/SA, pemerintah daerah, BPBD dari berbagai wilayah, Dinas Kehutanan Jawa Barat, BTNGC, Wanadri, organisasi relawan, hingga masyarakat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, pendataan luas total kawasan yang terbakar masih berlangsung.(dri)
The post Karhutla Gunung Ciremai Tuntas, Pos Lapangan Resmi Ditutup appeared first on Ciremai Today.