CIREMAITODAY.COM, INDRAMAYU – Warga Jatisawit Indramayu menggelar unjuk rasa di Balai Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, Senin (14/9/2026).
Puluhan warga datang membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan. Salah satu tuntutan mereka adalah meminta Sekretaris Desa (Sekdes) Jatisawit, Dirman, turun dari jabatan.
Aksi tersebut dipicu dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Dirman dengan seorang kader Posyandu. Kader tersebut disebut telah memiliki suami.
Koordinator aksi, Muhammad Lukman Hakim, mengatakan persoalan itu berkaitan dengan keberatan seorang warga berinisial Conot. Ia menyebut Conot merupakan tokoh pemuda di Desa Jatisawit.
“Ini mengenai keberatan Bapak Conot. Beliau memiliki istri bernama Uus yang bekerja sebagai kader Posyandu di Desa Jatisawit. Kemudian, ada dugaan hubungan dengan Bapak Dirman sebagai juru tulis atau Sekretaris Desa Jatisawit,” kata Lukman.
Menurut Lukman, persoalan tersebut mulai mencuat sejak Januari 2026. Kabar mengenai dugaan hubungan itu kemudian berkembang di tengah masyarakat.
“Ketika permasalahan itu mencuat, dari mulai Januari sampai sekarang, akhirnya masyarakat Jatisawit ikut menyikapinya. Masyarakat dari RT 1 sampai RT 16 dan RW 1 sampai RW 4 datang ke Balai Desa,” ujarnya.
Lukman mengatakan warga datang ke balai desa atas inisiatif masing-masing. Ia menegaskan tidak ada pihak tertentu yang menginstruksikan aksi tersebut.
“Pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB, masyarakat datang sendiri ke Balai Desa. Tidak ada instruksi dari siapa pun,” katanya.
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan satu tuntutan utama. Mereka meminta Dirman tidak lagi menjabat sebagai Sekdes Jatisawit.
“Harapan warga, Bapak Dirman selaku Sekdes Desa Jatisawit diturunkan atau mengundurkan diri. Selesai. Tidak ada tuntutan selain itu,” tegasnya.
Lukman menilai persoalan tersebut telah berdampak terhadap keluarga Conot. Keluarga tersebut disebut berkaitan dengan tokoh pemuda di Desa Jatisawit.
“Karena Bapak Conot merasa rumah tangganya telah dihancurkan,” ujar Lukman.
Sementara itu, Lukman tidak menjelaskan secara rinci bagaimana dugaan perselingkuhan tersebut diketahui. Ia menyebut terdapat proses internal yang menjadi bagian dari persoalan itu.
“Mengenai bagaimana perselingkuhan itu diketahui, dari Januari sampai sekarang ada berita acara internal. Saya tidak bisa mengungkapkan dan tidak berani menjelaskan lebih jauh,” katanya.
Menurut Lukman, dugaan tersebut kini telah diketahui masyarakat Desa Jatisawit. Kondisi itu pula yang menjadi salah satu latar belakang warga datang menyampaikan tuntutan di balai desa.
“Yang pasti, dugaan perselingkuhan itu sudah menyebar di masyarakat,” pungkasnya.
Saat ini, warga masih menunggu keputusan Kepala Desa Jatisawit terkait tuntutan tersebut. Salah satu yang ditunggu ialah keputusan mengenai status Dirman sebagai Sekretaris Desa Jatisawit.
The post Warga Geruduk Balai Desa Jatisawit Indramayu, Tuntut Sekdes Mundur appeared first on Ciremai Today.