Pendapatan Daerah Kuningan Turun dalam APBD Perubahan 2026 - ciayumajakuning

Halaman ini telah diakses: Views
Ciremai Today
Tagline: Jendela Informasi Jawa Barat 
Pendapatan Daerah Kuningan Turun dalam APBD Perubahan 2026
Sep 12th 2026, 06:19 by Admin

CIREMAITODAY.COM, KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melakukan penyesuaian cukup besar terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, Jumat (11/9). Dalam nota keuangan Perubahan APBD 2026 yang dibacakan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani pada rapat paripurna DPRD Kuningan, pendapatan daerah diproyeksikan turun lebih dari Rp186 miliar.

Tuti menyampaikan, pendapatan daerah yang semula direncanakan sebesar Rp2,723 triliun lebih, setelah perubahan menjadi Rp2,536 triliun lebih. Artinya, terjadi penurunan sekitar Rp186 miliar lebih.

Penurunan tersebut terutama berasal dari pendapatan transfer. “Pendapatan transfer yang sebelumnya dipatok Rp2,213 triliun lebih, dalam perubahan APBD menjadi Rp2,035 triliun lebih atau berkurang sekitar Rp178 miliar,” ucapnya.

Rinciannya, transfer dari pemerintah pusat turun dari Rp2,091 triliun lebih menjadi Rp1,923 triliun lebih, atau berkurang sekitar Rp167 miliar. “Sementara transfer antar daerah turun dari Rp122,31 miliar lebih menjadi Rp111,33 miliar lebih, berkurang sekitar Rp10,98 miliar,” terangnya.

Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami koreksi. Dari semula Rp460,57 miliar lebih, PAD setelah perubahan menjadi Rp452,32 miliar lebih atau turun sekitar Rp8,24 miliar.

Penurunan PAD tersebut terutama berasal dari pajak daerah dan retribusi daerah. “Pajak daerah berkurang sekitar Rp2,33 miliar, dari Rp228,28 miliar lebih menjadi Rp225,94 miliar lebih,” katanya.

Sedangkan retribusi daerah mengalami penurunan lebih besar, yakni sekitar Rp16 miliar, dari Rp209,24 miliar lebih menjadi Rp193,24 miliar lebih. Meski demikian, terdapat sejumlah komponen PAD yang justru meningkat.

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan naik sekitar Rp857 juta, dari Rp7,49 miliar lebih menjadi Rp8,35 miliar lebih. “Kemudian, lain-lain PAD yang sah meningkat sekitar Rp9,23 miliar, dari Rp15,54 miliar lebih menjadi Rp24,78 miliar lebih,” sebutnya.

Sementara itu, lain-lain pendapatan daerah yang sah tidak mengalami perubahan dan tetap dialokasikan sebesar Rp49,04 miliar lebih.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, belanja daerah dalam Perubahan APBD 2026 juga mengalami koreksi. Belanja yang semula direncanakan sebesar Rp2,735 triliun lebih, setelah perubahan menjadi Rp2,555 triliun lebih atau berkurang sekitar Rp180,17 miliar.

Belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan alokasi Rp2,125 triliun lebih, turun sekitar Rp1,09 miliar dari sebelumnya Rp2,126 triliun lebih. Dalam belanja operasi, belanja pegawai berkurang sekitar Rp635 juta, belanja barang dan jasa turun Rp2,36 miliar, belanja bunga berkurang Rp1,92 miliar, serta belanja bantuan sosial turun Rp750 juta.

Sebaliknya, belanja hibah justru mengalami peningkatan sekitar Rp4,5 miliar. Belanja modal juga mengalami penurunan cukup signifikan. Dari sebelumnya Rp148,52 miliar lebih menjadi Rp140,70 miliar lebih atau berkurang sekitar Rp7,81 miliar.

Perubahan tersebut mencakup pengurangan belanja modal peralatan dan mesin sekitar Rp3,70 miliar serta aset tetap lainnya sebesar Rp8,15 miliar lebih. Namun, sejumlah belanja modal mengalami peningkatan, antara lain tanah sekitar Rp33,7 juta, bangunan dan gedung sekitar Rp1 miliar lebih, serta jalan, irigasi dan jaringan sebesar Rp3 miliar. Belanja modal aset lainnya juga bertambah sekitar Rp6,24 juta. Belanja tidak terduga turut dikurangi dari Rp16 miliar menjadi Rp13,4 miliar, atau turun Rp2,6 miliar.

Penurunan paling besar terjadi pada belanja transfer. Dari sebelumnya Rp444,51 miliar lebih, angkanya dalam perubahan APBD menjadi Rp275,84 miliar lebih. Dengan demikian, belanja transfer berkurang sekitar Rp168,67 miliar.

Dari sisi pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan justru mengalami peningkatan. Semula dianggarkan Rp31,31 miliar lebih, kemudian naik menjadi Rp37,13 miliar lebih atau bertambah sekitar Rp5,81 miliar. Tambahan tersebut bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran sebelumnya.

Sementara pengeluaran pembiayaan yang dialokasikan untuk pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo mengalami sedikit penurunan. Dari sebelumnya Rp18,5 miliar menjadi Rp18,05 miliar atau berkurang sekitar Rp450 juta.(dri)

 

The post Pendapatan Daerah Kuningan Turun dalam APBD Perubahan 2026 appeared first on Ciremai Today.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url