Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar pada gerakan koperasi. Ia yakin organisasi yang sudah lama berdiri ini akan bangkit. Di samping itu, ia juga yakin koperasi tak akan membawa uang keluar dari Indonesia.
“Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Kekuatan ekonomi yang tidak akan bawa uang lari dari Indonesia. Benar?” kata Prabowo dalam perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Indonesia Area, Jakarta pada Minggu (12/7).
Meski Prabowo melihat koperasi merupakan alat orang lemah dan orang miskin, ia mengandaikan koperasi seperti lidi. Jika koperasi atau lidi tersebut berdiri sama-sama maka akan ada kekuatan.
“Koperasi adalah alatnya orang lemah. Alatnya orang miskin. Tapi, seperti sapu lidi. Satu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lidi, lemah. Tapi bergabung itu kekuatan, saudara-saudara. Jangan khawatir,” ujarnya.
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi, menjelaskan ia melihat dalam beberapa dekade gerakan koperasi di Indonesia memang tak mendapat perhatian.
Ia mengakui koperasi memang baru kembali mendapat perhatian di era Prabowo. Salah satunya dengan adanya program Koperasi Desa Merah Putih. Dengan hal itu, Bambang menjelaskan ia yakin gerakan koperasi di Indonesia akan bangkit.
Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
“Hampir tiga dekade, gerakan koperasi tidak mendapat perhatian yang sepadan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar, Pasal 33, Ayat 1. Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden (Prabowo) gerakan koperasi Indonesia mendapat perhatian dan menjadi program prioritas,” kata Bambang.
Usai acara, Bambang juga mengenang bahwa koperasi dulunya sempat memiliki usaha perbankan. Untuk itu, ia ingin agar koperasi ke depan memiliki usaha bank kembali.
“Kami juga sebenarnya, Dekopin dulu pernah mendirikan, namanya Bank Bukopin, walaupun kita sekarang sudah kehilangan. Mudah-mudahan dengan semangat baru dari pemerintah, kita ke depan bisa membuat bank koperasi kembali,” ujarnya.