Di media sosial Threads, ramai dibahas pengalaman kurang menyenangkan seorang ibu yang tidak bisa mengakses lift di suatu hotel di Jakarta, padahal ia sedang membawa anaknya yang tertidur di dalam stroller. Menurutnya, lift yang tersedia saat itu sedang dikhususkan untuk acara tertentu.
Ibu yang hendak menuju lobby itu lantas diminta turun melalui eskalator. Namun ia menolak karena itu sangat berisiko. Pihak security lantas membantunya turun lewat tangga dengan mengangkat stroller yang masih ada anak di dalamnya.
Peristiwa ini mengundang beragam reaksi dari warganet. Mereka menyayangkan tindakan yang membahayakan tersebut dan mendukung sang ibu.
Merespons peristiwa tersebut, Inisiator Safekids Indonesia, Wahyu Minarto atau yang akrab disapa Paman Billie, menyebut hingga saat ini belum ada teknologi stroller yang benar-benar aman digunakan di eskalator. Ini berkaitan dengan desain stroller yang memang dibuat untuk digunakan di permukaan datar atau pada kemiringan tertentu yang masih dapat ditoleransi.
"Eskalator mempunyai sudut tertentu, sedangkan stroller dibuat utk kondisi lantai yg lurus atau dengan kemiringan yang dapat ditolerir," ujar Paman Billie kepada kumparanMOM.
Karena itu, saat stroller dibawa ke eskalator, keseimbangannya dapat terganggu. Tidak hanya stroller, orang tua yang mendorongnya pun berisiko kehilangan kestabilan.
Risiko Membawa Stroller di Eskalator
Eskalator merupakan platform yang terus bergerak. Kombinasi antara permukaan yang miring dan gerakan eskalator dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
"Bahayanya adalah eskalator, unsafe act-nya adalah membawa stroller naik eskalator, dan risikonya adalah tidak seimbang, terjatuh, terguling dari eskalator," urainya.
Paman Billie menambahkan bahwa meskipun seseorang berdiri diam di atas eskalator, permukaannya tetap bergerak sehingga potensi kehilangan keseimbangan tetap ada.
Temuan ini juga sejalan dengan berbagai rekomendasi keselamatan internasional. American Academy of Pediatrics (AAP) dan Safe Kids Worldwide mengimbau orang tua untuk tidak membawa stroller di eskalator karena berisiko menyebabkan anak maupun stroller terjatuh.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics juga mencatat ribuan anak mengalami cedera akibat kecelakaan stroller di tangga maupun eskalator setiap tahunnya.
Apa yang Harus Dilakukan jika Lift Tidak Tersedia?
Menurut Paman Billie, pilihan utama bagi orang tua yang membawa stroller tetap menggunakan lift.
Namun, apabila lift tidak tersedia atau sangat sulit diakses dan memang terpaksa menggunakan eskalator, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko, seperti:
Mengeluarkan anak dari stroller dan digendong.
Stroller dibawa oleh pendamping lain
Jika sedang sendirian, stroller sebaiknya dilipat terlebih dahulu sebelum membawa anak. Namun ini sangat tidak direkomendasikan.
Karena itu, bila situasinya tidak darurat dan tidak sedang terburu-buru, orang tua sebaiknya tetap menunggu lift demi mengutamakan keselamatan anak.
"Kalau tidak buru-buru tetap tunggu lift. Jangan mengambil risiko untuk anak," katanya.