Purbaya Respons Rupiah Rp 18.000 per Dolar AS ke Pembayaran Utang RI - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Purbaya Respons Rupiah Rp 18.000 per Dolar AS ke Pembayaran Utang RI
Jun 4th 2026, 14:04 by kumparanBISNIS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Wisma Danantara, Minggu (31/5/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Wisma Danantara, Minggu (31/5/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pelemahan rupiah ke kisaran Rp 18.000 per dolar AS masih dalam rentang simulasi pemerintah, meski kondisi itu dapat meningkatkan beban pembayaran utang pemerintah dalam valuta asing.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 13.17 WIB, rupiah melemah 79 poin atau 0,44 persen ke level Rp 18.046 per dolar AS.

Purbaya menjelaskan, pelemahan kurs tidak mengubah besaran kupon utang, tetapi membuat nilai pembayaran dalam rupiah menjadi lebih tinggi ketika kewajibannya berdenominasi valuta asing.

Menurut dia, kondisi tersebut masih berada dalam kisaran perhitungan yang sudah disiapkan pemerintah.

“Kuponnya sih constant. Cuman pada waktu rupiah melemah, ya? Meningkatkan dalam rupiah pembayarannya. Cuman kan gini, ini masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya saya sebutkan itu,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Kamis (4/6).

Ia mengungkapkan, saat penyusunan APBN pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp 16.500 per dolar AS.

Namun, pemerintah juga telah melakukan berbagai simulasi terhadap kemungkinan perubahan kondisi ekonomi, termasuk ketika harga energi meningkat dan tekanan terhadap rupiah membesar.

“Tapi kan terus ada simulasi pada waktu harga BBM naik, Tinggi, kan? Ya, kita hitung di situ. adjustment cukup tinggi,” ujarnya.

Meski demikian, Purbaya tidak merinci batas bawah maupun batas atas rentang simulasi yang digunakan pemerintah. Ia hanya menegaskan bahwa secara fundamental nilai tukar rupiah seharusnya lebih kuat dibanding posisi saat ini.

“Tapi kan saya nggak sebutkan, dan nanti rupiah melemah signifikan. Tapi basically, fundamental rupiah berada di bawah level yang sekarang. Lebih kuat dari yang sekarang,” tutur Purbaya.

Petugas penukaran uang menunjukkan uang Rupiah di sebuah gerai penukaran mata uang di Jakarta (12/5/2026). Foto: Bay Ismoyo/AFP
Petugas penukaran uang menunjukkan uang Rupiah di sebuah gerai penukaran mata uang di Jakarta (12/5/2026). Foto: Bay Ismoyo/AFP

Selain itu, Purbaya juga mengungkapkan adanya langkah intervensi di pasar obligasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik. Menurut dia, intervensi yang dilakukan mencapai lebih dari Rp 8 triliun.

“Mungkin Rp 8 triliun lebih yang di-obligasi, ya. Tapi itu yang nggak boleh diomongin, ya. Nggak apa-apa, biar Anda tahu, saya intervensi sedikit,” katanya.

Purbaya menambahkan, intervensi tersebut turut membantu menjaga stabilitas imbal hasil surat utang negara tenor 10 tahun. Menurut dia, pergerakan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun relatif stabil bahkan cenderung menurun di tengah tekanan terhadap rupiah.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url