Ask the Expert: Pembalut Sekali Pakai Perlu Dicuci atau Tidak? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ask the Expert: Pembalut Sekali Pakai Perlu Dicuci atau Tidak?
Jun 2nd 2026, 12:12 by kumparanWOMAN

Ilustrasi sampah pembalut yang dibuang sembarangan. Foto: lucky boy studio/Shutterstock
Ilustrasi sampah pembalut yang dibuang sembarangan. Foto: lucky boy studio/Shutterstock

Pembalut sekali pakai masih menjadi andalan banyak perempuan saat menstruasi. Namun hingga kini masih ada perdebatan mengenai cara membuang pembalut bekas pakai. Sebagian perempuan memilih mencucinya terlebih dahulu sebelum dibuang, sementara yang lain langsung membuangnya ke tempat sampah.

Kebingungan ini sering kali dipengaruhi oleh kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Salah satu yang cukup dikenal adalah anggapan bahwa pembalut bekas perlu dicuci agar pemakainya tidak diikuti makhluk halus.

Meski demikian, dari sisi medis dan sains, pembalut sekali pakai memang tidak dirancang untuk dicuci sebelum dibuang. Hal ini pun dijelaskan oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Andrew Yurius Christian, Sp.OG, yang mengatakan bahwa pembalut sekali pakai tidak disarankan untuk dicuci.

“Pembalut sekali pakai sudah dirancang khusus dan terbuat dari bahan yang menyerap serta mengunci cairan menstruasi. Sehingga jika dicuci malah akan merusak pembalutnya dan mengakibatkan penyebaran bakteri,” ujar dr. Andrew kepada kumparanWOMAN.

Bahan yang dimaksud adalah teknologi superabsorbent polymer (SAP), yakni material berbentuk hidrogel yang mampu menyerap dan mengunci cairan menstruasi dalam jumlah besar. Teknologi ini membantu mencegah kebocoran cairan menstruasi.

Hal ini senada dengan panduan UNICEF mengenai menstrual hygiene products. Pembalut sekali pakai diperuntukkan untuk satu kali penggunaan dan dapat langsung dibuang setelah dipakai. Tidak ada anjuran untuk mencucinya terlebih dahulu.

Begitu pula dengan pendapat dr. Achmad Mediana, Sp.OG. Menurutnya, pembalut sekali pakai tidak perlu dicuci sebelum dibuang karena strukturnya terdiri dari beberapa lapisan yang cukup sulit dibersihkan.

“Pembalut itu banyak lapisannya. Tak mungkin bisa bersih (walaupun dicuci),” ujar dr. Achmad.

Cara membuang pembalut sekali pakai

Ilustrasi Pembalut. Foto: Prostock-studio/Shutterstock
Ilustrasi Pembalut. Foto: Prostock-studio/Shutterstock

Tak perlu dicuci bukan berarti pembalut bekas pakai boleh dibuang sembarangan, Ladies. Menurut dr. Achmad, pembalut tetap harus dibuang dengan cara yang rapi.

“Dibungkus yang bagus, buang ke tempat sampah yang tertutup. Tak boleh ada daur ulang,” jelas dr. Achmad.

Senada dengan itu, dr. Andrew juga menekankan pentingnya membuang limbah pembalut dengan benar. Ia pun memberikan cara yang runut: “Gulung pembalut dengan bagian kotor di dalam. Lalu, bungkus dengan kertas, tisu, atau kantung plastik. Buang ke tempat sampah,” tutur dr. Andrew.

Pembalut harus diganti secara rutin

Ilustrasi kemasan pembalut. Foto: New Africa/Shutterstock
Ilustrasi kemasan pembalut. Foto: New Africa/Shutterstock

Selain perdebatan mengenai perlu atau tidaknya mencuci pembalut sekali pakai sebelum dibuang, banyak perempuan juga bertanya-tanya tentang seberapa sering pembalut perlu diganti selama menstruasi.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG, menjelaskan bahwa pembalut sebaiknya diganti secara rutin meskipun darah menstruasi yang keluar tidak terlalu banyak.

“Area kewanitaan yang terlalu lama lembap bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur,” jelas dr. Gracia.

Ia pun menyarankan agar pembalut diganti setiap 3–4 jam sekali selama menstruasi berlangsung. Namun frekuensi penggantian dapat disesuaikan dengan volume darah yang keluar.

Selain rutin mengganti pembalut, dr. Achmad mengingatkan agar Ladies menjaga kesehatan vagina dengan memastikannya agar selalu bersih agar terhindar dari berbagai penyakit.

“Menjaga kesehatan reproduksi sama dengan menjaga masa depan,” pesan dr. Achmad.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url