5 Tips Public Speaking yang Perlu Kamu Tahu agar Lebih Percaya Diri - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
5 Tips Public Speaking yang Perlu Kamu Tahu agar Lebih Percaya Diri
Jun 2nd 2026, 18:06 by kumparanWOMAN

5 Tips Public Speaking yang Perlu Kamu Tahu agar Lebih Percaya Diri. Foto: Tirachard Kumtanom/Shutterstock
5 Tips Public Speaking yang Perlu Kamu Tahu agar Lebih Percaya Diri. Foto: Tirachard Kumtanom/Shutterstock

Bicara di depan banyak orang masih menjadi tantangan bagi sebagian perempuan. Entah saat presentasi di kantor, memimpin rapat, wawancara kerja, hingga sekadar menyampaikan pendapat dalam forum tertentu.

Padahal, kemampuan berbicara di depan umum sering kali menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang terlihat lebih percaya diri dan profesional. Menurut Putu Dessy Fridayanthi, MC acara kenegaraan RI sekaligus public speaking trainer, public speaking bukan hanya soal berbicara, tetapi juga tentang bagaimana seseorang membawa dirinya di hadapan orang lain.

Putu Dessy Fridayanthi, MC Acara Kenegaraan RI dan Public Speaking Trainer. Foto: kumparan/Jamal Ramadhan
Putu Dessy Fridayanthi, MC Acara Kenegaraan RI dan Public Speaking Trainer. Foto: kumparan/Jamal Ramadhan

Public speaking itu adalah skill terpenting yang harus dimiliki semua orang. Ketika kita menguasai skill public speaking yang baik, kita akan terlihat lebih profesional di bidang kita,” ujar Dessy kepada kumparanWOMAN.

Lalu, apa saja hal yang perlu diketahui agar lebih percaya diri saat berbicara di depan umum? Simak tips dari Dessy berikut ini.

1. Sadari bahwa public speaking penting untuk semua profesi

Ilustrasi Perempuan Public Speaking. Foto: aslysun/Shuttterstock
Ilustrasi Perempuan Public Speaking. Foto: aslysun/Shuttterstock

Menurut Dessy, kemampuan public speaking bukan hanya dibutuhkan oleh MC atau orang yang bekerja di bidang komunikasi. Hampir semua profesi membutuhkan kemampuan ini, mulai dari guru, dokter, dosen, hingga perempuan yang bekerja di posisi strategis perusahaan.

Ia mencontohkan, seseorang bisa saja memiliki kemampuan analisis yang baik dan pengetahuan yang luas. Namun, jika tidak mampu menyampaikan pikirannya dengan percaya diri, orang lain belum tentu dapat melihat kapasitas tersebut.

Selain itu, kemampuan public speaking juga menjadi aset jangka panjang karena setiap orang akan menghadapi situasi yang mengharuskannya berbicara di depan orang lain.

2. Lakukan persiapan dengan matang

Ilustrasi Perempuan Public Speaking. Foto: Chay_Tee/Shutterstock
Ilustrasi Perempuan Public Speaking. Foto: Chay_Tee/Shutterstock

Jika masih sering merasa gugup, Dessy menyarankan untuk fokus pada tiga hal utama sebelum tampil, yaitu mental, materi, dan fisik.

Mental berkaitan dengan mindset dan rasa percaya diri. Materi membantu seseorang merasa lebih siap karena memahami apa yang akan disampaikan. Sementara itu, fisik menjadi faktor yang sering terlupakan, padahal sangat memengaruhi performa saat berbicara.

Menurut Dessy, kurang tidur atau kondisi tubuh yang lelah dapat membuat seseorang lebih mudah gugup saat tampil di depan audiens.

Selain itu, salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah mempersiapkan diri di menit-menit terakhir. Dessy menilai persiapan yang dilakukan secara terburu-buru membuat seseorang lebih sulit menguasai materi dan meningkatkan risiko rasa gugup saat tampil. Karena itu, ia menyarankan agar persiapan dilakukan jauh-jauh hari sehingga ada cukup waktu untuk berlatih.

3. Latihan dengan suara keras, bukan hanya membaca dalam hati

Ilustrasi public speaking. Foto: Shutterstock
Ilustrasi public speaking. Foto: Shutterstock

Membaca materi dalam hati memang membantu memahami isi presentasi. Namun, menurut Dessy, cara tersebut belum cukup.

Ia menyarankan untuk berlatih menggunakan suara keras agar bisa mengetahui durasi bicara, melatih intonasi, sekaligus membiasakan diri mendengar suara sendiri. Dengan begitu, seseorang akan lebih siap ketika harus berbicara di depan audiens.

4. Jangan minder karena logat daerah atau cadel

Ilustrasi Public Speaking. Foto: metamorworks/Shutterstock
Ilustrasi Public Speaking. Foto: metamorworks/Shutterstock

Banyak perempuan merasa kurang percaya diri karena memiliki logat daerah yang kental atau pengucapan tertentu yang dianggap kurang sempurna.

Padahal menurut Dessy, hal tersebut bukan hambatan selama audiens masih bisa memahami pesan yang disampaikan. Bahkan, logat daerah atau cadel bisa menjadi ciri khas yang membuat seseorang lebih mudah diingat.

Yang lebih penting adalah kejelasan berbicara, intonasi yang baik, dan kemampuan menyampaikan pesan kepada audiens.

5. Terapkan teknik smiling voice

Ilustrasi Public Speaking. Foto: metamorworks/Shutterstock
Ilustrasi Public Speaking. Foto: metamorworks/Shutterstock

Tips sederhana terakhir dari Dessy adalah menerapkan teknik smiling voice atau berbicara sambil tersenyum.

Meski terdengar sepele, teknik ini dapat membuat suara terdengar lebih hangat, ramah, dan nyaman didengar. Hasilnya, komunikasi dengan audiens pun bisa terasa lebih dekat dan menyenangkan.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url