LPG Langka, Pedagang India Kembali Gunakan Kayu Bakar dan Minyak Tanah - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
LPG Langka, Pedagang India Kembali Gunakan Kayu Bakar dan Minyak Tanah
Mar 30th 2026, 06:07 by kumparanBISNIS

Warga mengantre dengan tabung LPG kosong mereka di luar sebuah agen gas di tengah gangguan pasokan menyusul konflik AS-Israel dengan Iran, di Ahmedabad, India, 12 Maret 2026. Foto: REUTERS/Amit Dave
Warga mengantre dengan tabung LPG kosong mereka di luar sebuah agen gas di tengah gangguan pasokan menyusul konflik AS-Israel dengan Iran, di Ahmedabad, India, 12 Maret 2026. Foto: REUTERS/Amit Dave

Di luar terminal bus utama di New Delhi, India, deretan warung makan sederhana yang berdiri di bawah kanopi darurat telah puluhan tahun menjual roti pipih goreng, hidangan berkuah hangat, dan teh panas bagi para pelancong yang lelah. Namun kini, baru satu bulan sejak pecahnya perang di Iran yang mengguncang pasokan energi global, setidaknya satu ruas di sekitar Stasiun Kashmiri Gate terlihat hampir kosong. Gerobak-gerobak pun telah disingkirkan.

Menurut para pedagang yang masih bertahan, para pemiliknya terpaksa pulang kampung. Dikutip dari Bloomberg, Senin (30/3), mereka bergabung dengan gelombang pekerja yang terusir dari kota akibat lonjakan harga bahan bakar memasak yang membuat biaya hidup tak lagi terjangkau.

Perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran dan penutupan Selat Hormuz yang menghubungkan sejumlah produsen minyak dan gas terbesar dunia ini memberi dampak hampir seketika bagi perekonomian Asia. Dalam hitungan hari, banyak negara mengalami antrean panjang di SPBU, lonjakan harga, dan aksi penimbunan. Beberapa bahkan mulai menerapkan kebijakan empat hari kerja dalam sepekan serta langkah-langkah lain untuk menekan konsumsi bahan bakar.

Di India, dampaknya mulai terasa pada sektor manufaktur dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya, seiring industri menghadapi kelangkaan dan kenaikan harga, yang meningkatkan risiko tekanan berkepanjangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, tekanan paling berat justru terjadi pada liquefied petroleum gas (LPG) atau gas elpiji yang digunakan untuk memasak.

Gangguan pasokan dari negara-negara Teluk merambat luas ke seluruh perekonomian. Bulan ini, hanya segelintir kapal LPG yang berhasil mencapai India, jumlah yang hanya cukup memenuhi kebutuhan selama beberapa hari.

Antrean panjang terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Ahmedabad pada Senin (23/3), menyusul gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.   Foto: SHAMMI MEHRA/AFP
Antrean panjang terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Ahmedabad pada Senin (23/3), menyusul gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah. Foto: SHAMMI MEHRA/AFP

Satyapal, seorang pedagang berusia 52 tahun, telah berjualan di lokasi tersebut selama lebih dari dua dekade. Baginya, krisis yang terjadi ribuan kilometer jauhnya terasa sangat dekat. Dia mengatakan kelangkaan LPG memaksanya beralih ke minyak tanah, yaitu opsi mahal yang sebelumnya ia tinggalkan sejak Delhi bebas minyak tanah pada 2013.

Untuk itu, ia harus membayar 3.000 rupee atau sekitar USD 32 atau 10 kali lipat dari harga kompor minyak tanah biasa.

Di rumah, keluarga Satyapal yang berjumlah delapan orang berhasil mendapatkan tabung LPG, tetapi dengan harga empat kali lipat dari harga subsidi pemerintah sebesar 613 rupee untuk keluarga berpenghasilan rendah. Istrinya bahkan harus membuat tungku kayu bakar sederhana agar tetap bisa memasak.

Rasanya krisis ini makin memburuk," katanya sambil menyiapkan pesanan pelanggan.

Penjualan hariannya turun setengah, seiring berkurangnya jumlah pengunjung. Satu porsi paratha dan chole, hidangan kacang khas India Utara kini dijual 50 rupee, naik dari 40 rupee sebulan lalu.

Dampak berantai dari perang ini terasa sangat cepat di India. Dalam empat pekan, banyak pekerja urban yang tinggal di rumah petak dan harus membeli tabung gas di pasar gelap tidak lagi mampu menanggung biaya memasak di rumah. Dengan harga makanan di warung pinggir jalan pun ikut naik, pilihan mereka semakin terbatas. Meski tidak ada data resmi, sejumlah bukti anekdotal menunjukkan sebagian pekerja bahkan terpaksa pulang kampung, seperti yang terjadi saat pandemi COVID-19.

Pemerintah India, yang menyadari dampak krisis bahan bakar dan pangan terhadap masyarakat, telah mengambil berbagai langkah, termasuk menggunakan kewenangan darurat untuk mendorong kilang meningkatkan produksi LPG domestik, serta mengimbau masyarakat beralih ke gas alam jaringan (piped natural gas). India kini menambah sekitar 10.000 pelanggan baru setiap hari untuk layanan gas pipa, guna mengurangi tekanan terhadap LPG.

Kondisi serupa juga sempat terjadi sebelumnya. Pada Kamis (12/3), antrean panjang terlihat di luar agen gas di Ahmedabad, saat warga menunggu untuk mendapatkan tabung LPG.   Foto: NARINDER NANU/AFP
Kondisi serupa juga sempat terjadi sebelumnya. Pada Kamis (12/3), antrean panjang terlihat di luar agen gas di Ahmedabad, saat warga menunggu untuk mendapatkan tabung LPG. Foto: NARINDER NANU/AFP

Secara keseluruhan, pasokan domestik kini mampu memenuhi sekitar 60 persen kebutuhan. Pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap penimbunan dan aktivitas pasar gelap LPG, dengan lebih dari 3.000 penggerebekan dilakukan sepanjang bulan ini.

Namun, bahkan di segmen harga yang lebih tinggi, makanan menjadi lebih mahal dan terbatas, karena hotel, restoran, dan katering mengurangi menu serta menghapus sejumlah makanan gorengan favorit. Minyak goreng sebagai bahan utama juga menjadi indikator dengan makanan seperti samosa, kachori, dan lainnya mulai hilang dari menu di banyak tempat, sehingga permintaan di negara importir terbesar dunia itu menurun.

Orang India yang dikenal suka mengundang satu kampung ke pesta pernikahan kini mulai mengurangi daftar tamu dan skala acara karena tidak mampu menyediakan makanan," kata Wakil Presiden Patanjali Foods, Aashish Acharya.

Selain itu, Raju Bhandari yang telah bekerja di restoran informal di terminal bus Kashmiri Gate sejak 1984 kini mengawasi deretan meja dan kursi plastik yang tersisa, dengan belasan karyawan bekerja di bawah atap plastik hijau. Penjualannya juga turun setengah, seiring konsumsi minyak goreng yang merosot menjadi kurang dari 15 liter per hari.

Dapur mereka sebelumnya menggunakan empat tabung LPG berkapasitas 19 kilogram per hari, kemewahan yang kini tak lagi bisa diakses karena pemerintah mengalihkan pasokan terbatas ke rumah tangga.

"Saya belum pernah melihat situasi seperti ini. Sejak awal Maret, kami menjalankan oven dengan batu bara dan kayu. Bahkan mencuci peralatan pun jadi sulit," ujar Bhandari.

Seorang wanita duduk di samping tabung LPG kosong sambil menunggu di luar sebuah agen gas di tengah gangguan pasokan menyusul konflik AS-Israel dengan Iran, di Noida, India, 12 Maret 2026. Foto: REUTERS/Bhawika Chhabra
Seorang wanita duduk di samping tabung LPG kosong sambil menunggu di luar sebuah agen gas di tengah gangguan pasokan menyusul konflik AS-Israel dengan Iran, di Noida, India, 12 Maret 2026. Foto: REUTERS/Bhawika Chhabra

Ia juga terpaksa menaikkan harga, dan dampaknya paling dirasakan pelanggan berpenghasilan rendah seperti Dharam Pal, seorang porter yang mengangkut barang di terminal. Harga makanannya kini naik 20 rupee. Karena tidak bisa menaikkan tarif jasanya akibat persaingan ketat, ia harus melihat tabungannya menyusut, begitu pula uang yang dikirim ke keluarganya di Muzaffarnagar, Uttar Pradesh.

"Pilihan apa yang kami punya? Kami tetap bertahan dan membayar makanan lebih mahal. Hanya untuk bertahan hidup," ujar Pal.

Pemerintah India menyatakan kondisi pasokan LPG kini sudah mulai membaik. Pejabat Kementerian Minyak India, Sujata Sharma, menyatakan pasokan komersial diperkirakan akan pulih seiring peningkatan produksi domestik.

"Kami masih berada dalam situasi perang," ucap Sharma dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (27/3).

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url