Konten TikTok: Kenapa Ortu Enggan Bawa Anak Imunisasi Campak? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Konten TikTok: Kenapa Ortu Enggan Bawa Anak Imunisasi Campak?
Mar 6th 2026, 19:51 by Focus

Petugas menyuntikkan vaksin campak rubella kepada seorang anak dalam Bulan Imuniasi Anak Nasional (BIAN) di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) III Tanah Abang, Jakarta, Kamis (4/8/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Petugas menyuntikkan vaksin campak rubella kepada seorang anak dalam Bulan Imuniasi Anak Nasional (BIAN) di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) III Tanah Abang, Jakarta, Kamis (4/8/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
@kumparan

Sebanyak 20 anak di Sumenep meninggal akibat campak sepanjang Februari–Agustus 2025, mayoritas belum divaksin. Lonjakan kasus sempat membuat pemerintah daerah menetapkan status KLB sebelum akhirnya angka kasus menurun setelah vaksinasi digencarkan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut rendahnya kesadaran orang tua dan maraknya hoaks menjadi salah satu penyebab. Secara nasional hingga Februari 2026 tercatat 8 ribu kasus suspek campak, 572 terkonfirmasi, dan 4 kematian. 📸: Dok. Shutterstock/Ilustrasi, kumparan/Amira, Antara, Frizal. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | kasuscampak | news | svl | R176 | E164 | V165 #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan
@kumparan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Ni'am Sholeh menegaskan vaksinasi diperbolehkan karena merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan, selama vaksin yang digunakan terjamin kehalalannya. Ia menjelaskan, prinsip penggunaan vaksin dalam Islam serupa dengan konsumsi makanan, yang harus memperhatikan aspek kehalalan dan keamanan. "Vaksin itu kayak makanan. Ada kalanya yang halal dan suci, ada kalanya yang haram," ungkap dia. Sebelumnya, isu campak kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya kasus di Indonesia, serta maraknya narasi antivaksin yang beredar di media sosial. Tahun 2018 lalu, MUI pernah mengeluarkan Fatwa Nomor 33 tahun 2018 yang menyatakan bahwa para ulama bersepakat untuk membolehkan (mubah) penggunaan vaksin Measles Rubella (MR) yang merupakan produk dari Serum Institute of India (SII) untuk program imunisasi kala yang disebut mengandung unsur babi. Keputusan ini didasarkan pada tiga hal, yakni kondisi darurat syar'iyyah, keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya menyatakan bahwa terdapat bahaya yang bisa timbul bila tidak diimunisasi, dan belum ditemukan adanya vaksin MR yang halal dan suci saat itu. 📸: Dok. kumparan, Shutterstock, MUI. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | kasuscampak | news | videonews | R158 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ suara asli - kumparan - kumparan
@kumparan

Campak adalah penyakit menular serius yang disebabkan oleh virus yang dapat menyebabkan komplikasi berat seperti pneumonia (radang paru), diare berat, infeksi telinga, kerusakan otak (ensefalitis), kebutaan, hingga kematian, terutama pada anak yang tidak diimunisasi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis data terbaru kasus campak di Indonesia pada periode Januari hingga Februari 2026. Tercatat 8.810 kasus suspek dengan 572 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 5 kematian, seluruhnya terjadi pada anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi. "Tahun 2026 hingga Februari, tercatat sebanyak 8.810 suspek dengan 572 kasus konfirmasi laboratorium 5 kematian," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman kepada kumparan, Kamis (5/3). "Data 2026 menunjukkan sekitar kurang lebih 67% kasus konfirmasi tidak memiliki riwayat imunisasi, dan seluruh kematian terjadi pada bayi atau balita yang belum divaksinasi," imbuhnya Aji. Kemenkes menyebut peningkatan kasus campak dalam beberapa tahun terakhir kerap terjadi menjelang libur akhir tahun dan awal tahun. Kondisi ini dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat serta ketidakmerataan cakupan imunisasi MR. Kunci pencegahan campak ini adalah vaksinasi atau imunisasi. Dokter yang juga praktisi kesehatan masyarakat dr. Ngabila Salama, MKM, menjelaskan pentingnya imunisasi campak dan rubella/ measles rubella (MR) bagi anak. Imunisasi adalah tugas bersama membangun kekebalan komunitas atau herd immunity untuk kebaikan bersama. "Jadi kalau kita divaksin, kita melakukan amal jariyah karena tidak hanya melindungi diri kita, tapi orang di sekitar kita. Sebaliknya, orang yang tidak divaksin ini dosa jariyah, dia bisa menjadi karier atau pembawa kuman yang bisa menularkan dan membahayakan orang imun lemah di sekitarnya," kata Ngabila. 📸: Dok. Ngabila Salama, Shutterstock. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: focus | kasuscampak | news | videonews | R176 | R335 | E164 | V161 #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ original sound - kumparan - kumparan
@kumparan

Indonesia menempati peringkat kedua dengan kasus campak terbanyak versi World Health Organization (WHO) yang dirilis pada Januari 2026. Berdasarkan data nasional yang dirilis Kemenkes, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen) per Februari 2026, dengan 21 KLB suspek dan 13 KLB terkonfirmasi di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi. Berdasarkan data BPS, persentase balita yang pernah mendapat imunisasi campak pada 2025 hanya 63,52 persen, turun dari 72,45 persen pada 2024 dan lebih rendah sekitar 9,23 persen dibanding 2016. Aceh menjadi provinsi dengan cakupan terendah yakni 27,79 persen, disusul Papua Pegunungan 36,69 persen dan Sumatera Barat 43,5 persen. Padahal pada 2016, cakupan di Aceh sempat mencapai 59,09 persen dan Sumatera Barat 65,85 persen. Sementara cakupan tertinggi tercatat di Yogyakarta 83,42 persen, Bali 79,62 persen, dan Jakarta 73,61 persen. Dalam Profil Statistik Kesehatan RI 20205 yang dirilis Kemenkes berdasarkan Susenas Maret 2025, sebanyak 74,43 persen orang tua khawatir dengan efek samping vaksin dan 41,37 persen khawatir terhadap kandungan vaksin. Kendala biaya hanya 6,28 persen dan ketidaktahuan program 12,09 persen. Meski demikian, data Our World in Data menunjukkan kematian akibat campak di Indonesia turun dari 59.000 kasus pada 1980 menjadi 1.690 kasus pada 2023. Sepanjang 10 tahun terakhir, 2025 menjadi tahun dengan kasus suspek campak tertinggi yakni 63.769 kasus, sedangkan terendah pada 2024 sebanyak 25.639 kasus. Pada 2024, Jawa Tengah mencatat 5.210 kasus, Jawa Timur 3.658 kasus, Jawa Barat 3.073 kasus, DKI Jakarta 1.651 kasus, dan Aceh 1.537 kasus. Sementara Papua Pegunungan hanya mencatat 1 kasus, Papua Selatan 19 kasus, dan Papua 38 kasus sepanjang 2024. 📸: Dok. Shutterstock/Ilustrasi, Antara/Ilustrasi, Kemenkes RI. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | kasuscampak | news | videonews | R169 | R174 | E164 | V165 ⁠ #bicarafaktalewatberita #kumparan

♬ suara asli - kumparan - kumparan
@kumparanmom

Kita jaga bersama, agar anak-anak kita terhindar dari penyakit ini❗️ Campak bukan penyakit ringan. Komplikasi berat bisa terjadi jika daya tahan tubuh sedang turun, apalagi jika tidak mendapatkan vaksin. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau agar semua orang tua memastikan anak-anaknya mendapatkan vaksin campak. Pemberian vitamin A dosis tinggi juga sangat dianjurkan pada anak yang terkena campak. Berikut tata laksananya menurut IDAI. 📸: Shutterstock/Ilustrasi 📝: focus | kasuscampak | mom | carousel | R043 | E049 | E164 | V156

♬ Stay Healthy - Andi Hrytsyk

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url