Seorang ibu dengan akun Instagram @mamijocee membagikan pengalamannya menghadapi anak yang mengalami picky eater. Dalam unggahannya, ia mengakui bahwa kebiasaan tersebut berawal dari kesalahan saat masa awal pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Ia menjelaskan, sejak awal anaknya lebih sering diperkenalkan dengan menu bercita rasa western dan penggunaan butter.
Akibatnya, anak terbiasa dengan rasa tertentu dan hanya mau mengonsumsi makanan yang itu-itu saja. Fenomena ini ternyata bukan hal yang jarang terjadi. Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa pola pemberian MPASI sangat berpengaruh terhadap kebiasaan makan anak di kemudian hari.
Menurutnya, menu MPASI ideal adalah menu yang lengkap dan seimbang, atau yang kerap dikenal dengan istilah "menu 4 bintang". Dalam satu kali makan, anak sebaiknya mendapatkan asupan karbohidrat, protein hewani, lemak, serta sayur dan buah.
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, yang bisa diperoleh dari nasi, kentang, ubi, jagung, atau pasta. Sementara itu, protein hewani memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak anak, seperti yang terkandung dalam telur, ikan, daging, hati, dan udang. Lemak yang terdapat dalam protein hewani juga turut mendukung perkembangan otak.
Ilustrasi anak makan MPASI. Foto: Maples Images/Shuttertsock
"Selain komposisi makanan ada beberapa prinsip penting MPASI yaitu teksturnya harus sesuai usia anak ya. Kalau 6 bulan bubur diulek, disaring. Kalau 8 bulan mulai bubur saring atau udah mulai makanan yang cincang halus gitu. Jadi prosesnya bertahap sesuai kebutuhan jadwal makannya teratur dan nggak menambahkan gula dan garam berlebihan," tutur dr. Aisya kepada kumparanMOM, Senin (16/3).
Variasi Makanan Cegah Picky Eater
Selain itu, kurangnya variasi dapat meningkatkan risiko anak menjadi picky eater. Orang tua disarankan perlu bersabar. Dalam beberapa kasus, anak perlu mencoba satu jenis makanan hingga 10–16 kali sebelum akhirnya mau menerimanya. Oleh karena itu, penolakan di awal bukan berarti anak tidak menyukai makanan tersebut selamanya.
Lalu, bagaimana jika anak sudah terlanjur menjadi picky eater?
Cara Mengatasi Anak yang Sudah Picky Eater
Ilustrasi Anak Makan Sayur. Foto: Shutterstock
-Tidak Memaksa
dr. Aisya menekankan, hal terpenting adalah tidak memaksa anak untuk makan. Paksaan justru dapat menimbulkan trauma dan membuat anak semakin menolak makanan.
-Menerapkan Jadwal Makan Teratur
Sebagai solusi, orang tua dapat menerapkan jadwal makan teratur, yakni tiga kali makan utama dan dua kali camilan sehat. Hindari kebiasaan ngemil terus-menerus karena dapat membuat anak kenyang sebelum waktu makan utama.
-Terapkan Prinsip Responsive Feeding
Di mana orang tua menentukan jenis makanan dan waktu makan, sementara anak menentukan seberapa banyak ia ingin makan. Anak juga perlu dikenalkan pada makanan baru secara bertahap, dengan variasi bentuk, warna, atau penyajian yang lebih menarik.
-Makan Bersama Keluarga
Ilustrasi makan bareng keluarga Foto: dok.shutterstock
Bukan hanya itu, makan bersama keluarga juga menjadi salah satu cara efektif. Anak cenderung meniru kebiasaan orang tua, sehingga melihat orang tua makan dengan lahap dapat memicu minat anak untuk mencoba.
"Hindari distraksi saat makan jangan sambil nonton tv, gadget ataupun mainan," tegasnya.
Picky eater pada anak sebenarnya merupakan kondisi yang umum terjadi dan sering kali bersifat sementara. Dengan pola makan yang teratur, variasi makanan yang cukup, serta pendekatan yang positif, anak berpeluang besar untuk kembali menikmati makanan dengan lahap, Moms.