Hadirkan kembali pia atau bakpia rasa pistachio kunafa. Foto: Pia Cap Mangkok
Bakpia legendaris asal Malang yang sudah ada sejak tahun 1959, Pia Cap Mangkok kembali menghadirkan varian pistachio kunafa. Inovasi ini merepresentasikan paduan kuliner lokal yang ternyata cocok bila dipadukan dengan cita rasa makanan khas negara lain.
Kuliner legendaris yang sudah berusia 65 tahun tersebut telah menjadi ikon oleh-oleh khas Malang dalam enam dekade terakhir. Dengan menghadirkan varian yang lekat pada bulan Ramadan itu, brand bakpia ini pengin mempertahankan posisinya sebagai kuliner ikonik Malang.
Menggabungkan karakter khas pia legendaris dengan sentuhan rasa Timur Tengah yang tengah digemari secara global, varian ini dirancang sebagai limited modern edition, yang ditargetkan akan cocok untuk lintas generasi.
"Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan rasa baru, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga relevansi tanpa meninggalkan akar sejarah," ujar Eunike Christian sebagai Direktur Pia Cap Mangkok, seperti dikutip dari siaran resminya, Sabtu (21/3).
Hadirkan kembali pia atau bakpia rasa pistachio kunafa. Foto: Pia Cap Mangkok
"Kami ingin memastikan setiap orang yang datang ke Malang membawa pulang rasa yang menjadi bagian dari sejarah kota ini," harapnya.
Eunike juga menambahkan bahwa melalui inovasi ini, bukan hanya sebagai produk kuliner, melainkan sebagai destination product, sesuatu yang secara khusus dicari dan dibawa pulang sebagai simbol pengalaman berkunjung ke Malang.
Varian ini juga menunjukkan bahwa heritage bukanlah sesuatu yang statis. Ia hidup, berkembang, dan mampu berdialog dengan selera generasi masa kini tanpa kehilangan identitasnya sebagai camilan dan oleh-oleh khas kota Malang.