Ngabuburit Gak Mesti Cari Takjil: Berburu Barang Antik di Jatinegara Juga Bisa - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ngabuburit Gak Mesti Cari Takjil: Berburu Barang Antik di Jatinegara Juga Bisa
Feb 22nd 2026, 19:07 by kumparanNEWS

Suasana Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
Suasana Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Lapak-lapak pedagang tampak berjajar di Pasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur. Barang-barang bekas mulai dari jam tangan, kamera, hingga aksesori lawas tersusun rapi di atas terpal, menunggu pembeli yang datang untuk berburu barang unik.

Pasar Loak Jatinegara menjadi alternatif tempat ngabuburit bagi warga Jakarta. Seperti pada Minggu (22/2) pasar yang berlokasi di Jalan Bekasi Barat III, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta ini tampak dipadati pengunjung.

Mereka datang berkeliling ke setiap lapak. Ada yang sekadar melihat-lihat, ada juga yang datang memang untuk membeli barang tertentu.

Nadia (24) dan Indri (25) misalnya, sengaja datang untuk ngabuburit sambil mencari barang vintage.

"Iya betul, sekalian ngabuburit," kata Nadia.

Keduanya mengaku baru pertama kali berkunjung setelah melihat rekomendasi pasar tersebut di media sosial. Selain mencari barang, mereka juga ingin menikmati pengalaman berburu langsung di lapak.

Suasana Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
Suasana Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

"Kita mau keliling-keliling dulu sih sambil ngabisin waktu buat biar gak kerasa juga kan puasanya," ujar Nadia.

Menurutnya, datang langsung ke pasar loak memberi pengalaman berbeda dibanding berbelanja daring. Terutama karena bisa melihat barang secara langsung.

"Senang sih, kita kayak ketemu hal-hal baru yang sebelumnya kita tuh jarang lihat. Kita bisa ngeraba barangnya, kita bisa melihat barangnya sambil ngabisin waktu," katanya.

Helmi (29), pengunjung lain dari Bekasi, juga memanfaatkan pasar tersebut untuk ngabuburit. Ia mengaku sengaja datang meski hanya sekadar lewat sepulang kerja.

"Ngabuburit aja sengaja," katanya.

Helmi yang sudah beberapa kali datang ke pasar ini biasanya mencari barang yang bisa dijual kembali, terutama jam tangan. Menurutnya berburu langsung di pasar memberi peluang menemukan barang bagus dengan harga miring.

"Karena kalau di sini lebih ke ini sih, kita kayak nyari dapat yang ori entah KW, tapi kebanyakan sih bagus-bagus lah ori gitu."

Ia menilai pasar thrift seperti ini sangat membantu, termasuk menjelang Lebaran.

"Bantu banget, bantu banget," katanya.

Suasana Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
Suasana Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Helmi bahkan pernah menemukan barang bermerek yang masih layak pakai. "Paling jam tangan kayak Seiko, kayak gitu. Seiko, Swatch, sama apa ya, Casio kali ya," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang, Mami Batu (59), mengatakan saat ini pembeli cenderung sepi. Ia menilai hal itu karena faktor cuaca.

"Total. Sepi total. Bukan sepi-sepi lagi, total," ujar pedagang yang telah berjualan sekitar 15 tahun tersebut.

Meski begitu, ia berharap kondisi akan membaik mendekati Lebaran. Terutama setelah masyarakat mendapat tunjangan hari raya (THR).

"Apalagi pertengahan puasa sudah dekat-dekat THR pasti ngeburu siang malam malah," katanya.

Menurutnya, jam tangan, tas, dan sepatu biasanya menjadi barang yang paling dicari menjelang hari raya karena harganya relatif terjangkau.

"Karena murah meriah, bekas. Kadang-kadang kalau yang tahu barang kan dapat barang ori," ujarnya.

Suasana Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
Suasana Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Ia menjelaskan, aktivitas jual beli di kawasan tersebut memiliki pengaturan waktu tersendiri. Untuk lapak di bagian depan, pedagang umumnya berjualan pada akhir pekan.

"Biasanya kalau di sini, bisanya Sabtu-Minggu doang hari libur kalau ke depan. Kalau di belakang mah non-stop," kata Mami Batu.

Suasana Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
Suasana Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Menurutnya, pedagang di area tertentu bahkan berjualan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas pertokoan di sekitarnya.

"Kalau malam di sini kan boleh, jam 6 pagi sudah rapi. Kalau malam boleh, hari biasa dari jam 5 [sore] sampai jam 5 pagi harus rapi semula," ujarnya.

Di tengah deretan lapak dan suara tawar-menawar yang terus terdengar, Pasar Loak Jatinegara tetap menjadi ruang alternatif bagi warga untuk menghabiskan sore Ramadan, ngabuburit sambil berburu barang unik sebelum azan Magrib berkumandang.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url