Membalurkan bawang merah ke tubuh anak saat demam, batuk, atau pilek, sudah lama dilakukan turun-temurun di banyak keluarga Indonesia. Cara ini juga dilakukan oleh seorang ibu pemilik akun TikTok @eka626 yang mengaku demam anaknya mereda setelah dioles bawang merah.
Lalu, sebenarnya apakah cara tradisional ini memang bermanfaat secara medis dan aman untuk si kecil?
Manfaat dan Risiko Oleskah Bawang Merah pada Kulit Anak
Dokter Spesialis Anak yang juga expert kumparanMOM, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa bawang merah memang memiliki sejumlah kandungan aktif yang dapat memberi efek tertentu pada tubuh. Namun ada efek samping yang penting diperhatikan karena bisa menimbulkan reaksi tertentu pada kulit anak. Baca sampai tuntas ya, Moms!
dr. Aisya menjelaskan, di dalam bawang merah terdapat minyak atsiri, senyawa sulfur (termasuk alisin), kuersetin, flavonoid, serta senyawa lain seperti sikloaliin dan metilaliin.
Zat-zat ini dikenal memiliki efek antiradang, antibakteri, antioksidan, dan membantu meningkatkan respons imun. Selain itu, ketika bawang merah dioleskan ke kulit, terjadi efek vasodilatasi ringan atau peningkatan aliran darah lokal. Hal ini menimbulkan sensasi hangat pada kulit, yang sering dirasakan membantu menurunkan demam dan memberi rasa nyaman pada anak.
Ilustrasi Anak Demam Foto: ucchie79/Shutterstock
"Jadi setelah digosokkan ke kulit dia akan memberikan rasa hangat karena meningkatkan aliran darah lokal, sensasi hangat inilah yang menurunkan demam," ucap dr. Aisya kepada kumparanMOM, Senin (16/2).
Secara tradisional, cara penggunaan bawang merah cukup sederhana. Bawang dikupas, dicuci bersih, lalu ditumbuk kasar agar masih bertekstur. Setelah itu dicampur dengan minyak kelapa, minyak telon, atau minyak kayu putih, kemudian dibalurkan ke tubuh anak seperti dada, punggung, perut, dan lipatan paha. Pada bayi, biasanya dioles tipis di area tubuh tertentu untuk memberikan kehangatan.
Risiko Oleskan Bawang Merah pada Kulit Anak
Ilustrasi anak balita mengalami infuenza atau flu. Foto: Shutter Stock
Meski memiliki manfaat tradisional, dr. Aisya menegaskan bahwa infeksi saluran napas atas pada anak umumnya memang dapat sembuh sendiri dalam 7–10 hari. Oleh karena itu, penggunaan bawang merah sebaiknya hanya sebagai terapi pendamping, bukan pengobatan utama.
Orang tua juga perlu memahami bahwa penggunaan bawang merah tidak sepenuhnya tanpa risiko. Pada sebagian anak, terutama bayi dengan kulit sensitif, olesan bawang merah dapat menimbulkan:
-Iritasi
-Kemerahan
-Rasa perih
-Reaksi alergi meski jarang
-Iritasi mata karena anak dapat menyentuh area yang dioles lalu mengusap mata.
"Apalagi kalau bawah 1 tahun usianya dengan skin barrier yang belum matang," imbuhnya.
Bawang Merah Bisa Membantu, tapi Tidak untuk Semua Kondisi
Pedagang memilah bawang merah di kiosnya di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (1/11/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ada kondisi tertentu, orang tua tidak disarankan untuk hanya mengandalkan terapi tradisional bawang merah. Anak perlu segera diperiksakan ke dokter bila mengalami kondisi:
-Demam tinggi di atas 39°C
-Demam lebih dari tiga hari
-Napas cepat atau sesak dengan tarikan dinding dada
-Batuk lebih dari dua minggu atau bila bayi berusia di bawah tiga bulan mengalami batuk pilek.
Dengan demikian, bawang merah memang dapat memberikan efek hangat dan kenyamanan pada anak saat demam atau batuk ringan. Namun, penggunaannya harus tetap hati-hati dan tidak menggantikan penanganan medis bila muncul tanda bahaya ya, Moms.