Telat Haid Tak Selalu Tanda Hamil, Ini Penjelasan Dokter - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Telat Haid Tak Selalu Tanda Hamil, Ini Penjelasan Dokter
Jan 15th 2026, 17:00 by kumparanMOM

Ilustrasi Test Pack Dipakai Lebih dari Sekali. Foto: Ekaterina Pokrovsky/Shutterstock
Ilustrasi Test Pack Dipakai Lebih dari Sekali. Foto: Ekaterina Pokrovsky/Shutterstock

Terlambat haid sering kali langsung dikaitkan dengan kehamilan, Moms. Sehingga tak sedikit perempuan yang panik saat siklus menstruasi mundur dari biasanya.

Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, menjelaskan bahwa kondisi ini cukup sering terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor non-kehamilan

"Haid terlambat itu tidak selalu menandakan kehamilan, apalagi kalau masih menggunakan kontrasepsi. Yang paling sering terjadi kalau tidak haid lebih dari 35 hari adalah gangguan hormon," jelas dr. Dinda kepada kumparanMOM, beberapa waktu lalu.

Penyebab Telat Haid Selain Hamil

Ilustrasi ibu latihan angkat beban setelah melahirkan. Foto: Chompoo Suriyo/Shutterstock
Ilustrasi ibu latihan angkat beban setelah melahirkan. Foto: Chompoo Suriyo/Shutterstock

Gangguan hormon menjadi salah satu penyebab utama siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Gangguan ini bisa dipicu oleh banyak hal yang kerap dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dr. Dinda, beberapa faktor yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon antara lain:

1. Olahraga yang terlalu berat

2. ⁠Stres berkepanjangan

3. ⁠Perubahan berat badan yang drastis baik naik maupun turun

4. ⁠ Gangguan tidur juga bisa berperan dalam mengacaukan siklus haid

5. ⁠Penggunaan kontrasepsi hormonal

Kondisi ini sering terjadi pada perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal, termasuk saat menyusui.

"Efek dari hormon kontrasepsi ini memang menekan terjadinya menstruasi, sehingga haid bisa terlambat atau bahkan tidak datang sama sekali," jelas dr. Dinda.

Jangan Self-Diagnosis, Ini yang Perlu Dilakukan

Meski telat haid kerap membuat cemas, dr. Dinda mengingatkan agar tidak langsung melakukan self-diagnosis. Langkah yang dianjurkan adalah melakukan pemantauan siklus menstruasi selama tiga bulan berturut-turut.

Apabila setelah pemantauan siklus haid masih tidak teratur atau semakin berantakan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, Moms. Dengan begitu, penyebabnya bisa diketahui secara pasti dan ditangani dengan tepat, tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url