Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte Macron. Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERS
Kasus tudingan transgender yang menyerang istri Presiden Prancis, Brigitte Macron, telah mencapai tahap final. Pengadilan Prancis menetapkan 10 orang bersalah karena menyebarkan rumor palsu tentang Brigitte per 5 Januari 2025.
Sepuluh orang tersebut terdiri dari delapan laki-laki dan dua perempuan dengan rentang umur 41 hingga 60 tahun. Di antaranya ada seorang guru olahraga, pemilik galeri seni, staff humas, dan property developer.
Semuanya dinyatakan bersalah karena menyebarkan rumor jenis kelamin Brigitte Macron, serta berkomentar jahat tentang perbedaan usia antara pasangan tersebut.
Hukuman Sepuluh Orang yang Sebarkan Rumor Palsu soal Jenis Kelamin Transgender
Ilustrasi Hukum. Foto: Shutterstock
Menurut laporan Time, delapan terdakwa dijatuhi hukuman penjara percobaan hingga delapan bulan. Satu lainnya langsung dijatuhi hukuman penjara enam bulan karena tidak menghadiri persidangan.
Sementara itu, tiga terdakwa termasuk satu orang yang tidak dijatuhi hukuman penjara, diperintahkan untuk menangguhkan akun media sosial mereka selama enam bulan. Mereka juga diperintahkan untuk mengikuti kursus daring tentang ujaran kebencian dan membayar denda sebesar €10.000 (sekitar Rp 198 juta) kepada Brigitte Macron.
Sebagian terdakwa beralasan bahwa komentar yang mereka buat hanyalah lelucon. Namun, unggahan tersebut menjadi pemantik perundungan yang menyerang Ibu Negara Prancis.
Meski persidangan di Prancis telah usai keluarga Macron masih menjalani proses tuntutan pencemaran nama baik di Amerika Serikat kepada seorang podcaster, Candace Owens.
Candace mengklaim Brigitte Macron terlahir sebagai laki-laki bernama Jean-Michel Trogneux. Padahal itu merupakan kakak laki-laki Ibu Negara Prancis tersebut.
Rumor soal Jenis Kelamin Bikin Brigitte Macron Takut Pakai Celana
Istri Presiden Prancis, Brigitte Macron. Foto: Christian Hartmann/AFP
Tiphaine Auzière, putri Brigitte Macron mengatakan kepada pengadilan kalau rumor palsu soal jenis kelamin merusak kehidupan ibunya. Perempuan berusia 41 tahun itu menambahkan kalau Brigitte Macron takut pakai celana dan berhati-hati dalam berpakaian karena rumor yang beredar.
Senada dengan itu, sahabat Brigitte Macron—Éric Dupond-Moretti, mantan Menteri Kehakiman Prancis mengatakan teori jenis kelamin Brigitte berdampak terhadap kesehatan mentalnya.
"Brigitte selalu harus berhati-hati dengan setiap hal yang ia kenakan dan bagaimana ia bersikap di depan umum. Ia tahu gambarnya bisa dipelintir kapan saja," ungkapnya.