Purbaya Tarik Rp 75 T Sisa Anggaran Lebih dari Himbara, Fokus Dorong Ekonomi - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Purbaya Tarik Rp 75 T Sisa Anggaran Lebih dari Himbara, Fokus Dorong Ekonomi
Jan 1st 2026, 17:30 by kumparanBISNIS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik kembali dana sebesar Rp 75 triliun dari total Rp 276 triliun SAL (Sisa Anggaran Lebih) yang sebelumnya ditempatkan di perbankan. Dana SAL tersebut semula disalurkan ke lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan satu bank pembangunan daerah (BPD).

Penempatan dana dilakukan dengan porsi terbesar di tiga bank pelat merah, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI yang masing-masing menerima Rp 80 triliun. Sementara itu, BTN memperoleh Rp 25 triliun, BSI Rp 10 triliun, dan Bank DKI sebesar Rp 1 triliun.

Setelah penarikan tersebut, dana SAL yang masih tersimpan di perbankan kini berjumlah Rp 201 triliun. Purbaya menegaskan, dana yang ditarik tidak berhenti di kas pemerintah, melainkan kembali dialirkan ke perekonomian melalui belanja negara.

"Sekarang di bank ada Rp 201 triliun, yang Rp 75 triliun kita tarik tapi kita belanjakan lagi, jadi masuk ke sistem tapi nggak langsung dalam bentuk uang saya di bank, tapi uangnya masuk ke sistem lagi," ujar Purbaya dalam media briefing di kantornya, Kamis (1/1).

Menurut Purbaya, kebijakan penarikan sebagian dana SAL ini merupakan bagian dari strategi fiskal untuk mendorong aktivitas ekonomi. Meski demikian, ia mengakui bahwa penempatan dana pemerintah di perbankan sebelumnya belum memberikan dampak yang optimal terhadap penyaluran kredit.

Kondisi tersebut tercermin dari data Bank Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan kredit perbankan per Oktober 2025 hanya sebesar 7,36 persen secara tahunan. Angka ini dinilai belum mencerminkan dorongan likuiditas yang diharapkan dari penempatan dana SAL di bank.

Purbaya menilai, salah satu faktor penyebabnya adalah belum sepenuhnya sinkronnya kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia pada periode sebelumnya. Ketidaksinkronan itu membuat efek injeksi likuiditas ke perekonomian tidak berjalan maksimal.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025).  Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO

"Injeksi uang yang kami taruh di sistem perbankan itu gak seoptimal yang saya duga sebelumnya. Harusnya ekonomi lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan bank sentral yang sekarang sudah dibereskan," kata dia.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia kini telah diperkuat. Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih solid, Purbaya optimistis laju pertumbuhan ekonomi nasional dapat dipacu lebih tinggi pada tahun depan.

Purbaya bahkan menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berpeluang mencapai 6 persen pada 2026, melampaui asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4 persen.

"Jadi sekarang bisa ngomong dengan lebih yakin bahwa tahun depan 6 persen, walaupun di APBN 5,4 persen ya. Saya akan paksa dorong ke 6 persen, dan probability itu terjadi semakin terbuka lebar, karena kami semakin sinkron dengan bank sentral," terang dia.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url