Purbaya Sebut Rupiah Tertekan Tak Sejalan dengan Fundamental Ekonomi RI - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Purbaya Sebut Rupiah Tertekan Tak Sejalan dengan Fundamental Ekonomi RI
Jan 20th 2026, 16:47 by kumparanBISNIS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025).  Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah saat ini tidak sejalan dengan perbaikan fundamental ekonomi domestik.

Dia mengaku optimistis dengan arus modal masuk dan penguatan pasar modal, nilai tukar akan kembali menguat seiring berlanjutnya perbaikan pondasi ekonomi.

"Anda lihat di pasar modal kan naik (IHSG), pasar modal enggak mungkin naik kalau enggak ada investor asing yang masuk sini juga. Jadi harusnya kalau lihat dari supply dolar harusnya enggak kekurangan nih. Cuman anda mestinya tanya ke Bank Sentral apa policy-nya, saya enggak tahu," kata Purbaya di depan OJK, Selasa (20/1).

Meski demikian, dari sisi fiskal dan fundamental ekonomi, Purbaya memandang pelemahan rupiah relatif terbatas dan tidak menimbulkan dampak besar ke aktivitas ekonomi. Ia menilai pergerakan year to date yang masih di kisaran 2–3 persen tergolong moderat dan sudah terbiasa dihadapi sistem ekonomi nasional.

Purbaya menekankan, yang terpenting adalah menjaga dan terus memperbaiki pondasi ekonomi. Ketika aktivitas ekonomi domestik menguat dan persepsi investor membaik, arus modal termasuk asing akan kembali masuk. Ia menunjuk penguatan pasar modal sebagai sinyal kepercayaan investor terhadap prospek Indonesia.

"Jadi ekonomi kita kalau kita jaga terus dan kita akan perbaiki terus ke depan, rupiah akan cenderung menguat," ujarnya.

Dia bahkan mengingatkan spekulan agar berhati-hati mengambil posisi terlalu panjang. Purbaya menilai, dengan pondasi ekonomi yang terus membaik, nilai tukar saat ini terlihat terlalu lemah dibanding fundamental.

Seorang petugas menunjukan pecahan Dolar AS dan Rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang asing di Kwitang, Jakarta, Senin (9/12/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Seorang petugas menunjukan pecahan Dolar AS dan Rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang asing di Kwitang, Jakarta, Senin (9/12/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sinergi kebijakan juga menjadi sorotan. Dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama DPR, disepakati penguatan koordinasi ke depan antara pemerintah, bank sentral, OJK, dan LPS. Menurut Purbaya, kebijakan yang selaras akan menggerakkan mesin ekonomi baik pemerintah maupun swasta. Sehingga mendorong pertumbuhan ke level yang lebih cepat.

Menurut dia, penguatan IHSG memiliki arti penting sebagai sinyal positif ke investor dan pelaku usaha, termasuk dari luar negeri. Sinyal tersebut mendorong implementasi keputusan investasi yang pada akhirnya memperkuat prospek ekonomi nasional.

Terkait dampak pelemahan rupiah terhadap subsidi energi, Purbaya menilai kondisi masih terkendali. Kenaikan dolar dinilainya tidak jauh dari asumsi APBN, sementara harga minyak berada di bawah asumsi, sehingga tekanan ke subsidi relatif dapat dikelola.

"Subsidi energi? Ya kita bayar aja. Dolarnya naik berapa sih, enggak jauh beda dengan asumsi APBN kita, dan harga minyaknya kan di bawah asumsi APBN. Jadi subsidi ini ya gampangnya relatif terkendali selama ini," katanya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url