Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria saat jumpa pers setelah agenda diskusi Infrastuktur Digital & Ketahan Warga Pascabencana di Aceh yang dihelat di Perpustakaan Komdigi, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Komdigi terus berupaya memulihkan jaringan komunikasi yang sempat lumpuh di Aceh, imbas banjir besar yang melanda sepanjang akhir tahun lalu. Selain bersama dengan lembaga pemerintah lain, Komdigi juga menggandeng komunitas-komunitas yang ada untuk memulihkan kebutuhan ini.
Hal ini disampaikan Wamenkomdigi, Nezar Patria yang menempatkan listrik, air, dan internet jadi tulang punggung pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh. Bersama relawan yang ia namai Relawan Aceh Tangguh, perlahan ia memulihkan Aceh.
"Lalu juga berkolaborasi dengan teman-teman yang ada di Relawan Aceh Tangguh ini. Di sini ada komunitas Tikar Pandan, lalu ada relawan Tik, berkolaborasi jadi satu namanya Relawan Aceh Tangguh," ucap Nezar Patria setelah acara diskusi Infrastruktur Digital & Ketahanan Warga Pascabencana di Aceh yang dihelat di Perpustakaan Komdigi, Kamis (22/1).
Nezar menyoroti komunitas Tikar Pandan yang bergerak di bidang kebudayaan, tetap terlibat dalam usaha pemulihan komunikasi di Aceh. Nezar merasa jiwa aktivisme cocok untuk membantu upaya pemulihan.
"Jadi memang gini, jiwa aktivisme ya gitu, bertemu dengan relawan Tik. Kok cocok nih, langsung bisa nyala mengumpulkan anak-anak muda," kata Nezar.
"Mereka enggak cukup dengan berdiskusi, kita harus berbuat sesuatu, gitu kurang lebih," tambahnya.
Komunitas Tikar Pandan ini pun diapresiasi Wamenkomdigi karena melakukan sesuatu melampaui bidangnya. Selain itu, Nezar pun menyinggung komunitas lain yang turut berkontribusi atas pemulihan di Aceh.
Komdigi beserta Relawan Aceh Tangguh menghelat kegiatan diskusi bertajuk Infrastruktur Digital & Ketahanan Warga Pascabencana di Aceh di Perpustakaan Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
"(Ada) dari Portkesmas, dari KUN (Koin Untuk Negeri). Mereka datang dari Jawa Timur dan dari Jawa Barat juga, para dokter muda. Mereka masuk ke lokasi-lokasi yang sulit sekali ditembus. Bahkan orang lain pun belum sampai ke sana. Mereka datang dengan peralatan yang standar, yang seadanya untuk membantu masyarakat yang ada di sana," ucap Nezar.
Nezar pun memandang bentuk kolaborasi yang terjadi atas pemulihan di Aceh sebagai wujud soliditas nasional.
"Saya melihat. Soliditas nasional itu luar biasa. Luar biasa," kata Nezar.
Nezar pun menyampaikan bahwa Komdigi punya pendekatan berbasis ekosistem atas pemulihan di Aceh, yang dicapai dengan kolaborasi dengan para komunitas.
"Ya kalau Komdigi saya kira sejak awal kita punya pendekatan pendekatan ekosistem ya. Jadi dengan relawan dengan komunitas-komunitas dan lain macam kita punya memang jalur kolaborasi sejak awal. Dan kita senang sekali bergerak bersama dan inilah yang saya kira satu kolaborasi yang ideal gitu ya antara pemerintah dengan masyarakat," pungkas Nezar.