Psikolog Menyoroti Pentingnya Berbagi dan Solidaritas di Masa Remaja. Foto: Shutterstock
Melalui akun TikTok @12enam__, sebanyak satu kelas siswa SMA memperlihatkan makna kebersamaan. Dalam unggahan itu, mereka tampak kompak menyiapkan kejutan sederhana tapi bermakna yaitu sepasang sepatu untuk salah satu teman sekelas.
Menurut Psikolog Anak, Fabiola Priscilla, M.Psi, pengalaman berbagi kebahagiaan dengan teman sebaya sangat penting bagi remaja. Apalagi dunia SMA adalah masa membangun identitas diri, di mana teman sebaya menjadi bagian besar dari kehidupan sosial anak.
Saat remaja berbagi kebahagiaan, mereka belajar mengenali emosi diri sendiri, memahami perasaan orang lain, serta merasa saling memiliki dalam pertemanan.
Fabiola Priscilla, M.Psi, Psikolog Anak dalam acara IKEA PLAY 2025: Eksplorasi, Imajinasi, Inspirasi di Jakarta Timur, Kamis (6/11/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan
Selain itu, pengalaman berbagi juga menguatkan empati dan kepedulian sosial. Sebelum memberikan sepatu, teman-temannya memperhatikan kebutuhan temannya, menunjukkan kepedulian yang melampaui kepentingan diri sendiri. Interaksi positif seperti ini membangun ikatan emosional yang lebih kuat, menumbuhkan rasa percaya, dan mengurangi perilaku kompetitif yang tidak sehat.
"Contohnya kalau tidak salah tadi videonya itu memberikan sepatu, mungkin sebelum memberikan sepatu, teman-temannya ini memahami bahwa, 'Oh temannya ini membutuhkan sepatu baru' sehingga tidak hanya terpusat pada kebutuhan atau kepentingan pribadi saja," tutur Fabiola saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (14/1).
Belajar Peduli dan Bekerja Sama, Dimulai dari Peran Orang Tua
Ilustrasi Orang Tua dengan Anak Remaja. Foto: Shutterstock
Peran orang tua pun sangat penting untuk menanamkan nilai empati dan kerja sama sejak dari rumah. Dengan menjadi panutan, menunjukkan sikap peduli, aktif berbagi, dan menghargai proses berbagi anak, orang tua membantu membentuk konsep diri positif pada anak.
"Saya selalu mengingatkan bahwa orang tua adalah kunci untuk memperkuat nilai-nilai di rumah, nilai empati. Menjadi panutan adalah suatu keharusan bagi orang tua karena apa yang mereka lihat adalah apa yang mereka lakukan," tegasnya.
Ilustrasi anak SMA. Foto: Odua Images/Shutterstock
Bahkan, orang tua juga bisa mendukung anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial di luar rumah, misalnya mengunjungi organisasi, komunitas, atau kegiatan amal sesuai minat anak. Dengan lingkungan yang aman secara emosional dan kebiasaan berbagi yang konsisten, anak-anak belajar bahwa kontribusi terhadap teman dan orang lain adalah bagian penting dari kebahagiaan, Moms.
"Peran orang tua adalah mampu menciptakan rasa aman secara emosional, anak akan merasa dihargai, dan ia juga memiliki konsep diri yang positif. Tentu saja empati untuk berkontribusi, memberikan apa yang dibutuhkan tanpa harus diminta," pungkas Fabiola.