Panda di Ueno Zoo, Tokyo, Jepang, akan dikembalikan ke China. Foto: Philip Fong/AFP
Ueno Zoo di Tokyo, Jepang, dipenuhi oleh para pecinta panda pada Minggu (25/1). Mereka datang dengan penuh kesedihan karena panda Lei Lei dan Xiao Xiao akan kembali ke negara asalnya, China.
Kedua panda tersebut merupakan pinjaman dari China sebagai bagian dari program "diplomasi panda". Keberadaan panda itu melambangkan persahabatan antara Beijing dan Tokyo sejak normalisasi hubungan diplomatik pada 1972.
Para penggemar panda datang ke Ueno Zoo dengan memakai pakaian bertema panda, membawa boneka panda hingga pernak-pernik lainnya. Beberapa dari mereka meneteskan air mata saat menyaksikan panda kembar tersebut mengunyah bambu.
Ini akan menjadi momen terakhir mereka dapat melihat langsung hewan berwarna hitam-putih tersebut di Jepang. Kedua hewan itu direncanakan kembali ke China pada Selasa (27/1) menyusul memburuknya hubungan Jepang dan China.
"Saya merasa melihat panda dapat membantu menciptakan hubungan dengan China juga, jadi dalam hal itu saya benar-benar ingin panda kembali ke Jepang lagi," kata Gen Takahashi, dikutip dari AFP, Senin (26/1).
Panda di Ueno Zoo, Tokyo, Jepang, akan dikembalikan ke China. Foto: Philip Fong/AFP
Takahashi yang merupakan warga Tokyo datang ke kebun binatang bersama istri dan putrinya yang berusia dua tahun.
"Anak-anak juga menyukai panda, jadi jika kami bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri di Jepang, saya pasti ingin pergi," ujarnya.
Pengunjung lainnya, Mayuko Sumida, yang datang dari wilayah Aichi mengaku sedih karena tidak akan ada lagi panda di Jepang.
"Meskipun ukurannya sangat besar, gerakannya sangat lucu—kadang-kadang bahkan bertingkah seperti manusia," katanya.
"Jepang akan kehilangan semua pandanya. Rasanya agak sedih," katanya.
Kembalinya panda tersebut diumumkan bulan lalu setelah Perdana Menteri konservatif Jepang, Sanae Takaichi, mengisyaratkan bahwa Tokyo dapat melakukan intervensi militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan. Komentarnya memicu kemarahan Beijing, yang menganggap pulau itu sebagai wilayahnya sendiri.
Profesor di Universitas Kristen Wanita Tokyo dan ahli dalam hubungan internasional Asia Timur, Masaki Ienaga, mengatakan kepergian panda-panda tersebut mungkin tidak bermotivasi politik, tetapi jika panda kembali ke Jepang di masa depan, itu akan melambangkan membaiknya hubungan kedua negara.
"Di masa depan jika ada niat untuk meningkatkan hubungan bilateral di kedua belah pihak, ada kemungkinan (kembalinya) panda akan menjadi agenda pembahasan," katanya kepada AFP.