Mitos atau Fakta, Bayi 1 Tahun Suka Menungging Tanda Akan Punya Adik? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mitos atau Fakta, Bayi 1 Tahun Suka Menungging Tanda Akan Punya Adik?
Jan 13th 2026, 14:00 by kumparanMOM

Ilustrasi bayi nungging. Foto: Natee Meepian/Shutterstock
Ilustrasi bayi nungging. Foto: Natee Meepian/Shutterstock

Moms, pada usia satu tahun bayi memasuki fase eksplorasi yang sangat aktif. Di tahap ini, ia mulai mengenal kemampuan tubuhnya dengan berbagai gerakan yang terkadang terlihat tidak biasa. Mulai dari berguling, mengangkat kaki, hingga posisi menungging atau menunduk ke depan.

Fenomena inilah yang juga terlihat pada bayi di akun Instagram @mikayla.ayuazzahra yang kerap terlihat menungging hampir setiap hari. Tak sedikit warganet yang mengaitkan kebiasaan tersebut dengan mitos bahwa sang bayi akan segera memiliki adik. Namun, benarkah demikian?

Mitos atau Fakta Bayi Suka Menungging Akan Punya Adik?

Ilustrasi bayi roll depan. Foto: IZZ HAZEL/Shutterstock
Ilustrasi bayi roll depan. Foto: IZZ HAZEL/Shutterstock

Menanggapi anggapan tersebut, Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, SpA(K), menegaskan bahwa anggapan bayi suka menungging sebagai tanda akan punya adik hanyalah mitos.

Menurut dr. Reza pada usia satu tahun anak belum memiliki pemahaman tentang konsep keluarga, apalagi mengetahui arti memiliki adik. Oleh karena itu, gerakan menungging tidak bisa dikaitkan dengan kehadiran anggota keluarga baru.

Lebih lanjut, dr. Reza menjelaskan bahwa posisi menungging atau yang kerap disebut seperti "roll depan" merupakan bagian dari eksplorasi motorik bayi. Pada fase ini, anak sedang aktif mengenali dan mencoba berbagai kemampuan tubuhnya.

"Di usia setahun, anak mulai bisa berdiri, berjalan, dan gerakan motoriknya semakin aktif. Ia mengekspresikan diri lewat berbagai posisi tubuh, termasuk menungging, memasukkan kaki ke mulut, atau mencoba gerakan lain," jelas dr. Reza Fahlevi, SpA(K) kepada kumparanMOM, Selasa (13/01).

Selain itu, perilaku ini juga bisa muncul karena anak meniru orang di sekitarnya, seperti kakak, anggota keluarga lain, atau apa yang sering ia lihat.

Apakah Menungging Berbahaya bagi Bayi?

Ilustrasi bayi memanjat tangga. Foto: Chokniti-Studio/Shutterstock
Ilustrasi bayi memanjat tangga. Foto: Chokniti-Studio/Shutterstock

Pada dasarnya, kebiasaan menungging tidak berbahaya selama orang tua tetap melakukan pengawasan. Pastikan anak berada di alas yang lembut dan aman, serta jauh dari benda-benda berisiko yang dapat menyebabkan cedera.

"Ini seperti anak sedang senam, jadi tidak berbahaya. Yang perlu dikhawatirkan jika gerakannya berlebihan, alasnya keras, atau ada benda berbahaya di sekitarnya, karena bisa berisiko cedera," kata dr. Reza.

Meski tergolong aman, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan saat bayi melakukan gerakan menungging:

  1. Hindari membiarkan anak menungging sesaat setelah makan, karena dapat memicu muntah.

  2. Lakukan aktivitas ini saat anak dalam kondisi rileks dan waktu bermain.

  3. Pastikan selalu ada pengawasan orang tua untuk mencegah risiko cedera.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url