Seekor macan tutul Jawa di kawasan hutan Gunung Sanggabuana, Karawang. Foto: Sanggabuana Conservation Foundation (SCF)
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyoroti serius dugaan perburuan dan penembakan macan tutul jawa di kawasan pegunungan Sanggabuana, Karawang.
Dedi menyebut para terduga pelaku perburuan tersebut kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.
"Saya mengucapkan terima kasih pada Pak Kapolda Jabar, Kapolres Karawang, Satuan Reskrim Karawang yang telah mengamankan orang-orang yang diduga melakukan perburuan dan penembakan terhadap hewan yang dilindungi," ungkap KDM—sapaan akrab Dedi Mulyadidalam keterangannya, dikutip Selasa (27/1).
Dia menilai perburuan satwa dilindungi itu merupakan bagian dari perilaku manusia yang merusak keseimbangan alam. Ia menyebut selain perburuan liar, aktivitas pembabatan hutan dan alih fungsi lahan juga turut mengancam keberlangsungan hidup satwa liar.
"Kita ini memiliki ragam perilaku. Ada yang membabat hutan, ada yang mengalihfungsikan lahan, dan ada juga yang berburu hewan-hewan dilindungi hingga menyebabkan satwa tersebut cacat dan tidak bisa mencari makan. Dampaknya, tak lama kemudian akan mengalami kematian. Itulah yang dialami macan tutul di Gunung Sanggabuana," tuturnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diwawancarai wartawan di Kantor Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (22/10/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
KDM menegaskan pentingnya menjaga kawasan pegunungan sebagai penyangga kehidupan. Menurutnya, Gunung Sanggabuana bukan hanya harus dijaga hutannya, tetapi juga seluruh ekosistem dan satwa yang hidup di dalamnya.
"Saya mengajak semua pihak untuk memahami bahwa gunung itu merupakan penyangga yang harus dijaga. Bukan hanya gunungnya, tetapi juga pengisinya. Karena kita mendapat manfaat yang ada di hilirnya," pungkasnya.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki Ardiansyah, belum merinci lebih jauh terkait kabar penangkapan pemburu liar tersebut. Dia meminta kumparan untuk menindaklanjuti kabar tersebut ke bagian Humas Polres Karawang.
"Mangga ke humas ya," singkat Fiki saat dikonfirmasi. Humas yang dihubungi juga belum merespons.