Valentino Garavani menghadiri acara Elton John AIDS Foundation memperingati ulang tahun ke-25 dan menghormati pendirinya, Sir Elton John, selama New York Fall Gala di Katedral St. John the Divine di Kota New York (7/11/2017). Foto: Angela Weiss/AFP
Kabar duka datang dari industri fashion dunia. Desainer legendaris asal Italia, Valentino Garavani, meninggal dunia pada Senin (19/1). Perancang mode di balik brand Valentino ini berpulang di usia 93 tahun.
Dilansir WWD, Valentino meninggal dunia di kediamannya di Roma, Italia. Kabar ini disampaikan di Instagram resmi yayasan Valentino. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kematian Valentino.
"Valentino Garavani meninggal dunia hari ini di rumahnya di Roma, dikelilingi oleh orang-orang tersayang. Valentino Garavani bukan hanya pedoman dan inspirasi konsisten bagi kami semua, tetapi juga sumber cahaya, kreativitas, dan visi," tulis yayasan Valentino Garavani pada Senin (19/1).
Aktris dan pembawa acara Oscar, Anne Hathaway, dan perancang busana Valentino tiba di karpet merah untuk Academy Awards ke-83 yang diadakan di Kodak Theatre di Hollywood, California (27/2/2011). Foto: Valerie Macon/AFP
Jasad Valentino akan dibaringkan (lie in state) di Piazza Mignanelli, Roma, pada Rabu (21/1) dan Kamis (22). Lalu, pada Jumat (23/1), upacara pemakaman akan diselenggarakan di Basilica of Saint Mary of the Angels and Martyrs.
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menuturkan ucapan dukacita lewat unggahan di X (dulu Twitter). Giorgia merujuk sang desainer sebagai "maestro gaya dan elegansi".
"Valentino, maestro gaya dan elegansi yang tak terkalahkan serta simbol abadi dari high fashion Italia. Hari ini, Italia kehilangan seorang legenda. Namun, warisannya akan tetap berlanjut untuk menginspirasi generasi-generasi selanjutnya. Terima kasih untuk segalanya," tulis sang PM Italia.
Sosok Valentino Garavani
Supermodel Naomi Campbell bertepuk tangan saat desainer Italia Valentino memberikan ciuman kepada penonton yang termasuk aktris AS Joan Collins (kiri) selama koleksi haute couture Musim Gugur-Musim Dingin 1999/2000 di Paris, (18/7/1999). Foto: MANOOCHER DEGHATI/AFP
Valentino Garavani lahir di Voghera, Milan, Italia, pada 11 Mei 1932. Dia merupakan anak tunggal dan tumbuh besar di keluarga yang berkecukupan. Di masa mudanya, ayah Valentino Garavani menjalani bisnis alat-alat kelistrikan.
Dilansir Reuters, Valentino sudah tertarik dengan dunia fashion dan busana-busana high-end sejak belia. Dia kemudian mengejar mimpinya di industri mode dengan mempelajari fesyen adibusana di Milan dan Paris. Dia sempat bekerja sebagai asisten desainer Jean Desses.
Pada 1960, dia kembali ke Italia dan mendirikan jenamanya sendiri, bertajuk Valentino. Dia membangun jenamanya bersama Giancarlo Giammetti, mitra bisnis dan juga pasangan romantisnya selama 12 tahun.
Tak perlu waktu lama untuk Valentino bertumbuh menjadi sosok desainer yang masyhur; Valentino dan Giorgio Armani menjadi dua nama besar penggerak industri fashion mewah Italia.
Di era 1960-an, busana-busana rancangan Valentino dikenakan oleh Ibu Negara Amerika Serikat saat itu, Jackie Kennedy. Bahkan, Jackie meminta Valentino untuk "hidup sampai umur 100 tahun", menunjukkan betapa senangnya ia terhadap desain-desain Valentino. Jackie pun menikahi suami keduanya, Aristotle Onassis, pada 1968 dalam gaun lansiran Valentino.
Valentino merupakan sosok yang memopulerkan dan mematenkan warna merah khusus, yakni Valentino Red. Ya, gaun merah merupakan busana khas Valentino sejak awal kariernya. Dikutip dari The Guardian, koleksi pertama Valentino menghadirkan gaun merah berbahan tulle yang dinamakan 'Fiesta'. Warna merah yang spesial dan khas itulah yang akhirnya diakui oleh badan warna Pantone sebagai "warnanya" Valentino.
Perancang busana Valentino berpose di pembukaan pamerannya, di museum Ara Pacis di Roma, (6/7/2007). Foto: Alberto Pizzoli/AFP
Valentino terkenal dengan gaya gaun rancangannya yang feminin, berani, dengan sentuhan detail seperti ruffles, hingga permainan bahan dan tekstur yang memanjakan mata.
Setelah menjalani karier panjang sebagai desainer di rumah mode eponimnya, Valentino Garavani memutuskan mundur pada 2008. Dia melepaskan jabatan sebagai Creative Director Valentino dengan menggelar fashion show haute couture di tahun yang sama.
Desainer Alessandro Michele—yang kini menjabat sebagai Creative Director brand Valentino—mengenang sang maestro sebagai "tokoh penting dalam sejarah budaya Italia."
"Valentino Garavani bukan hanya sosok protagonis dalam dunia fashion, tetapi sosok penting dalam sejarah budaya Italia. Seorang pria yang mendobrak batasan kemungkinan, mengarungi dunia dengan kelembutan langka, semangat yang tenang, dan cinta yang berlimpah akan keindahan," ucap Alessandro lewat unggahan di akun Instagram resmi.