Tumpukan sampah di Ciputat, Tangsel. Foto: kumparan
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ali Zamroni menyoroti kondisi darurat sampah yang terjadi di sejumlah daerah, khususnya di Provinsi Banten.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI bersama Kepala BRIN Arif Satria di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1).
"Beberapa daerah termasuk di wilayah saya itu secara keseluruhan wilayah provinsi Banten itu darurat sampah Prof, beberapa pemerintah daerah itu kebingungan bagaimana mengelola sampah terutama di daerah Tangerang Raya," kata Ali.
Menurutnya, keterbatasan tempat pembuangan dan mahalnya teknologi pengolahan sampah menjadi kendala utama yang dihadapi daerah.
Karena itu, Ali mendorong BRIN untuk aktif bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
"Ini banyak sekali program yang bersentuhan dengan pemerintah daerah kita minta BRIN untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah bersama-sama untuk memecahkan solusi terkait masalah ini. Karena semakin hari semakin sulit untuk membuang sampah, sementara alat yang ada itu sangat mahal," ujarnya.
Komisi X DPR RI menggelar rapat dengan pendapat (RDP) dengan Kepala BRIN Arief Satria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
Menanggapi hal tersebut, Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan pihaknya telah mengembangkan sejumlah riset yang berdampak langsung terhadap pengelolaan sampah.
"Nah kemudian memang ada riset-riset yang memang memberikan dampak jangka pendek yang langsung seperti lisensi tadi, namun sebenarnya banyak sekali riset-riset yang memiliki dampak efek penggeraknya banyak seperti pirolisis," katanya.
Ia menyebut, teknologi pirolisis mampu mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak.
"Pirolisis yang sama kita sekaligus menjawab pertanyaan sampah di Banten sampah pirolisis itu kan limbah plastik bisa menjadi BBM, bisa menjadi solar sekarang sudah diterapkan di hampir mohon maaf kalau saya salah sekitar 60 titik kalau nggak salah," lanjut Arif.
Selain pirolisis, BRIN juga mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
"Nah kemudian yang berikutnya lagi adalah PLTSa, pembangkit listrik tenaga sampah, nah Kami punya prototipe yang ada di Bantar Gebang, nah ini sekarang tinggal kita kembangkan lagi moga-moga itu bisa menjadi solusi," tandasnya.