Benarkah Anak Jadi Hiperaktif saat Terlalu Banyak Konsumsi Gula? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Benarkah Anak Jadi Hiperaktif saat Terlalu Banyak Konsumsi Gula?
Jan 23rd 2026, 10:00 by kumparanMOM

Ilustrasi anak makan permen. Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak makan permen. Foto: Shutterstock

Anak-anak begitu menyukai makanan manis, makanya terkadang ia bisa merengek ketika tidak diberikan beberapa makanan seperti cokelat, permen, atau pun es krim. Meski boleh-boleh saja anak konsumsi makanan manis, tetapi pemberiannya juga perlu dibatasi agar tidak memicu masalah kesehatan.

Salah satu kabar yang sering beredar adalah terlalu banyak konsumsi gula bisa memicu anak sangat aktif. Benar enggak sih?

Menurut dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, anggapan anak jadi sangat aktif setelah konsumsi makanan dan minuman manis, atau dikenal juga dengan istilah sugar rush, itu hanya mitos, Moms.

dr. Aisya menjelaskan, sugar rush adalah kondisi yang dipercaya dapat membuat seseorang menjadi hiperaktif setelah menyantap gula dalam jumlah banyak.

Faktanya, sugar rush bisa menjadi lonjakan energi yang menyebabkan anak menjadi hiperaktif adalah tidak terbukti secara ilmiah. Gula memang merupakan sumber energi, tetapi tidak bekerja secara instan, sehingga disebut anak menjadi meledak-meledak seperti yang kita bayangkan," ucap dr. Aisya kepada kumparanMOM.

Jika Anda sering melihat efek yang terjadi setelah anak makan makanan manis sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya:

  • Suasana

  • Aktivitas

  • Ekspektasi orang dewasa

  • Momen-momen tertentu, seperti acara keluarga hingga liburan

Ilustrasi anak makan permen. Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak makan permen. Foto: Shutterstock

"Ini bagian pentingnya. Bukan karena anak hiperaktif hari ini, tetapi adalah masalah jangka panjangnya bila konsumsi gula berlebihan atau karbohidrat sederhana yang berlebihan secara terus menerus," jelas dia.

Risiko Kesehatan yang Mengintai Ketika Anak Konsumsi Terlalu Banyak Gula

Anak-anak sebenarnya memiliki kecenderungan tidak memilih makanannya sendiri. Tetapi, pilihannya juga bisa merupakan cerminan dari keputusan orang dewasa yang memberikan makanan kepada anaknya. Ketika mereka melihat orang tuanya memilih jenis makanan tertentu, bisa jadi anak akan mengikutinya.

Dan terlalu sering konsumsi minuman manis, camilan tinggi gula, atau karbohidrat sederhana tentunya bisa menyebabkan masalah kesehatan, Moms.

"Risiko obesitas, gigi berlubang, gangguan metabolik, atau pun kebiasaan pola makan yang tidak sehat yang sulit diubah di kemudian hari," tuturnya.

dr. Aisya berpesan agar kita tidak hanya fokus pada jumlah konsumsi gula hariannya, tetapi lebih penting adalah memperhatikan pola makan serta kebiasaan makan harian.

"Energi anak itu boleh tinggi karena mereka sehat dan juga aktif, tapi tugas kita adalah memastikan kesehatan mereka bertahan berpuluh-puluh tahun ke depan," pungkasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url