Anak Rizal Armada Meninggal karena Tali Pusat Membentuk Simpul, Apa Penyebabnya? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Anak Rizal Armada Meninggal karena Tali Pusat Membentuk Simpul, Apa Penyebabnya?
Jan 28th 2026, 12:00 by kumparanMOM

Suasana pemakaman jenazah anak ke empat Gameela Az Zahra Putri Pradana di TPU Jombang, Tangerang Selatan, Jumat, (23/1/2026). Foto: Dok. Agus Apriyanto
Suasana pemakaman jenazah anak ke empat Gameela Az Zahra Putri Pradana di TPU Jombang, Tangerang Selatan, Jumat, (23/1/2026). Foto: Dok. Agus Apriyanto

Kabar duka datang dari musisi Rizal Armada. Anak keempatnya meninggal dunia di dalam kandungan akibat kondisi langka pada kehamilan. Padahal, menurut Rizal, kondisi kesehatan sang istri terbilang baik dan rutin menjalani kontrol kehamilan.

Dalam keterangannya, Rizal menjelaskan bahwa masalah bukan terjadi karena lilitan tali pusat di leher atau tubuh janin, melainkan karena tali pusat itu sendiri yang membentuk simpul dan mengunci aliran nutrisi.

"Jadi itu yang membuat asupan makanan dan segala macam enggak bisa masuk ke bayinya. Jadi bukan melilit leher atau badan, jadi tali pusatnya muter dan mengunci," kata Rizal Armada dikutip dari kumparanHITS.

Apa Itu True Knot pada Tali Pusat?

Ilustrasi janin kelilit tali pusat. Foto: Sopotnicki/Shutterstock
Ilustrasi janin kelilit tali pusat. Foto: Sopotnicki/Shutterstock

Moms, dalam istilah medis, kondisi tali pusat yang membentuk simpul disebut true knot. Ini merupakan kondisi yang cukup langka, dengan angka kejadian sekitar 0,4–1 persen dari seluruh kehamilan.

True knot bisa terjadi sejak awal kehamilan dan sering kali tidak terdeteksi hingga proses persalinan atau setelah kejadian yang tidak diinginkan. Simpul pada tali pusat dapat menghambat aliran darah, oksigen, dan nutrisi dari ibu ke janin.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan yang juga expert kumparanMOM dr. Andrew Christian Yurius, Sp.OG, menjelaskan bahwa kondisi ini sangat sulit dikenali sejak dini.

"Tidak ada tanda-tanda spesifik saat true knot terjadi. Dampaknya sangat bergantung pada tingkat kekencangan simpul. Semakin ketat simpulnya, semakin berkurang aliran darah ke janin, bahkan bisa terhenti," jelas dr. Andrew kepada kumparanMOM, Selasa (27/01).

Faktor yang Meningkatkan Risiko True Knot

Ilustrasi janin 22 Minggu. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi janin 22 Minggu. Foto: Shutter Stock

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya simpul tali pusat antara lain:

  • Tali pusat yang lebih panjang dari normal

  • Pergerakan janin yang sangat aktif

  • Terjadi pada trimester pertama hingga awal trimester kedua

Meski tergolong langka, kasus true knot menjadi pengingat bahwa komplikasi kehamilan bisa terjadi meski ibu terlihat sehat dan rutin memeriksakan kehamilan.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk tetap waspada terhadap perubahan gerakan janin dan segera berkonsultasi jika merasa ada hal yang tidak biasa.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url