Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan kepada media dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons dampak bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal IV.
Menurut Purbaya, bencana tersebut tentu akan berdampak pada perlambatan. Namun dia mengeklaim dampaknya tak akan signifikan jika perbaikan atau revitalisasi berbagai fasilitas dan infrastruktur sudah dilakukan.
"Akan berdampak, tapi tidak sampai memperlambat terlalu signifikan. Apalagi nanti kalau ada perbaikan-perbaikan fasilitas, bangunan dan lain-lain itu akan menaruh ekonomi sedikit," kata Purbaya ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Kamis (4/12).
Meskipun terjadi bencana tersebut, Purbaya tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan berada di kisaran di atas 5,5 persen.
"Saya pikir masih akan di atas 5,5 persen. Saya akan monitor kondisi keuangan di sistem finansial. Kalau masih dianggap kurang saya akan gelontorkan lagi uang saya ke perbankan," ujarnya.
Tunggu Hitungan BNPB untuk Revitalisasi Usai Bencana
Terkait anggaran untuk proses revitalisasi usai bencana di Sumatera, Purbaya mengaku masih menunggu hitungan dari BNPB. Meski begitu, ia memastikan dana yang dimiliki untuk revitalisasi tersebut dalam kondisi cukup.
"Kita tunggulah dari hitungan dari BNPB, tapi kita siap ya. Saya nggak tahu berapa, tapi kita dananya cukup gitu aja. Kan tergantung mereka yang jalan," kata Purbaya.
Citra satelit setelah banjir bandang di Sungai Peusangan, Bireuen, Aceh, pada Minggu (30/11/2025). Foto: Vantor/HO via REUTERS
Terkait anggaran BNPB, Purbaya menuturkan ia juga menunggu pengajuan penambahan anggaran. Meski demikian, ia juga menuturkan BNPB masih punya cadangan anggaran.
"Kami masih tunggu. Mereka sudah punya uang di anggaran mereka Rp 500 miliar lebih, mungkin belum habis. Tapi kita sediakan nanti kalau diperlukan lebih banyak dari itu," ujarnya.
Dalam Outlook APBN 2025 menunjukkan BNPB memperoleh anggaran sebesar Rp 2 triliun, sementara dalam RAPBN 2026 alokasinya tercatat Rp 491 miliar.
Selain itu, pemerintah menyiapkan pooling fund bencana serta skema pinjaman kontinjensi sesuai PMK No. 28/2025 untuk memperkuat pendanaan bencana, terutama pada fase respons cepat dan rehabilitasi.