SafeKids Indonesia Ingatkan Pentingnya Pengaman saat Anak Main Hoverboard - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
SafeKids Indonesia Ingatkan Pentingnya Pengaman saat Anak Main Hoverboard
Nov 18th 2025, 15:07 by kumparanMOM

Ilustrasi anak bermain Hoverboard. Foto: FamVeld/Shutterstock
Ilustrasi anak bermain Hoverboard. Foto: FamVeld/Shutterstock

Seorang ibu dengan akun Instagram @ajinurafifah membagikan pengalaman berharga bagi orang tua. Dalam videonya, ia menceritakan bagaimana sang anak harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah jatuh dari hoverboard. Hoverboard adalah papan keseimbangan mandiri bertenaga baterai listrik yang terdiri dari dua roda dengan bantalan untuk kaki di antara keduanya.

Peristiwa itu terjadi begitu cepat. Sang anak terjatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu. Hanya setengah jam kemudian, kondisi tubuhnya mulai melemah, disertai mual dan sesak napas.

Orang tuanya pun segera membawa anak ke fasilitas kesehatan pertama, namun dokter meminta untuk langsung dirujuk ke UGD rumah sakit terdekat. Setibanya di UGD, anak tersebut mengalami muntah-muntah dan menunjukkan tanda penurunan kesadaran, sehingga keluarga memutuskan pindah ke rumah sakit yang lebih besar untuk menjalani CT scan. Beruntung, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada pendarahan di kepala.

Menanggapi insiden tersebut, Inisiator SafeKids Indonesia, Wahyu Minarto alias Paman Billie, menyebut hoverboard sebenarnya direkomendasikan untuk anak usia 8 tahun ke atas.

Sebab, pada usia tersebut sebagian besar anak sudah memiliki kemampuan keseimbangan dan koordinasi yang lebih matang. Namun, ia menegaskan bahwa usia hanyalah panduan.

"Tapi sebenarnya sih, usia tidak begitu faktor utama, hanya panduan saja. Faktor yang lebih penting adalah tingkat keseimbangan, koordinasi, dan kedewasaan anak itu sendiri ya," kata Paman Billie kepada kumparanMOM, Senin (17/11).

Ilustrasi anak bermain Hoverboard. Foto: Olesia Bilkei/Shutterstock
Ilustrasi anak bermain Hoverboard. Foto: Olesia Bilkei/Shutterstock

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan standar saat bermain hoverboard, seperti helm, pelindung lutut (kneepad), dan pelindung siku (elbow pad). Perlengkapan ini dapat meminimalisasi cedera serius ketika terjadi benturan atau terjatuh.

Lalu, apa saja tanda bahaya yang harus segera diwaspadai orang tua ketika anak jatuh dan mengalami benturan kepala? Paman Billie menjelaskan bahwa orang tua harus segera mencari bantuan medis jika muncul gejala seperti:

-Kehilangan kesadaran, meskipun hanya sesaat

-Kebingungan atau disorientasi

-Muntah berulang setelah benturan

-Kejang

-Perubahan pada pupil mata

Ilustrasi anak mual dan muntah. Foto: MIA Studio/Shutterstock
Ilustrasi anak mual dan muntah. Foto: MIA Studio/Shutterstock

-Cairan yang keluar dari telinga atau hidung

-Sakit kepala parah

-Kesulitan berjalan

-Memar atau bengkak mencurigakan

-Penglihatan kabur, ganda, atau kesulitan berbicara

Jadi, keselamatan anak saat bermain tidak boleh dianggap remeh ya. Pengawasan, pemakaian alat pelindung, dan pemahaman terhadap tanda bahaya adalah bagian penting untuk menjaga anak tetap aman. Karena satu detik kelalaian bisa berujung pada situasi yang membahayakan, Moms.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url