Rifat Sungkar: Garang di Lintasan, Santai dan Penyayang di Rumah - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Rifat Sungkar: Garang di Lintasan, Santai dan Penyayang di Rumah
Nov 14th 2025, 17:25 by kumparanMOM

Potret pembalap, Rifat Sungkar dan keluarganya.  Foto: Instagram/ @rifato
Potret pembalap, Rifat Sungkar dan keluarganya. Foto: Instagram/ @rifato

Nama Rifat Sungkar sudah tidak asing lagi di dunia otomotif, baik di Indonesia maupun kancang internasional. Ia telah mengharumkan bangsa Indonesia lewat berbagai prestasinya di arena reli. Meski tampil garang dan tangguh di lintasan, Rifat sebenarnya dikenal sebagai sosok ayah yang santai dan penyayang dalam kesehariannya bersama keluarga.

Sebuah video yang diunggah Rifat beberapa waktu lalu di akun Instagramnya @rifato menuai pujian. Video tersebut menampilkan ia dan putra sulungnya, El Mayka Rifat Sungkar, yang sedang membawa reli dakar. Rifat sebagai pengemudi, sedangkan Mayka menjadi co-driver atau navigatornya yang membantu menginformasikan seputar lintasan.

Mayka yang berusia 11 tahun itu memberikan sejumlah arahan terkait lintasan reli yang dilalui ia dan sang ayah. Namun, di tengah balapan, Mayka tampak panik karena kesulitan mencari istilah teknis yang diminta ayahnya.

"Pap beneran maaf banget, i can't find bridge. Maaf banget, Pap," ucap Mayka.

"It's okay, that small mistake, no problem," ucap Rifat sambil menenangkan Mayka.

Mayka sempat agak terdiam, namun di akhir video sang ayah beberapa kali meyakinkan putranya bahwa tidak apa-apa untuk melakukan kesalahan.

Sontak, video tersebut mendapat beragam pujian atas cara Rifat menanggapi kesalahan anaknya. Tidak sedikit juga yang kemudian ikut menyemangati Mayka dan ikut bangga dengan apa yang dilakukannya.

Dalam captionnya, Rifat mengungkapkan tidak apa melakukan kesalahan, karena hal itu merupakan salah satu pembelajaran yang akan berguna di masa mendatang. Ia menyebut, kariernya sebagai pebalap juga telah melalui berbagai rintangan dan kesalahan, hingga akhirnya bisa menjadi sosok seperti hari ini. Dan kesalahan adalah guru terbaik dalam setiap langkah maju kita.

"Kesalahan kemarin? It's okay, Myk. That's how we grow. Keep moving forward, karena masih banyak tikungan di depan. Papa pernah di posisi kamu juga, jatuh, salah, belajar, dan bangkit lagi. We still have time, and we'll do this together, Because Papa's dream is simple: for you to become a better version of me," tulis Rifat.

Di akhir, ia pun memberi pesan semangat agar Mayka tidak menyerah dan menegaskan akan selalu mendampinginya.

Rifat Sungkar Bicara Perannya sebagai Ayah

Kepada kumparanMOM, Rifat Sungkar mengungkapkan dirinya merupakan ayah yang cukup santai terhadap dua anaknya, Mayka dan Mikkairo Riley Sungkar.

"Karena saya tidak mau memaksakan kehendak terhadap anak-anak saya. Karena terlalu banyak mungkin di berbagai lini kehidupan, orang tuanya lebih punya obsesi besar terhadap anaknya. Sementara saya membiarkan anak saya untuk memilih. Ketika dia interest, baru saya mengembangkan anak untuk menuju tujuannya," ujar Rifat.

Rifat mengaku banyak belajar dari keluarga besarnya tentang pengasuhan anak. Apalagi, keluarganya memiliki latar belakang yang beragam. Ia juga pernah tinggal bersama kakek-neneknya yang sedari dulu selalu mengajarkan fokus dan kedisplinan, dan bahkan hingga kini masih ia terapkan.

"Oleh sebab itu saya ingin anak-anak saya punya cara memandang disiplin yang serupa," ucap dia.

Potret pembalap, Rifat Sungkar dan keluarganya.  Foto: Instagram/ @rifato
Potret pembalap, Rifat Sungkar dan keluarganya. Foto: Instagram/ @rifato

Bicara soal bagaimana ia merespons kesalahan yang dilakukan anaknya, Rifat mengungkapkan dirinya banyak belajar dari pengalaman masa lalunya.

Pria berusia 47 tahun itu bercerita, di usia yang sama seperti Mayka saat ini, ia belum menekuni begitu dalam dunia balap. Bahkan, Rifat baru memulainya di usia 17 tahun.

Oleh sebab itu, ia belum menaruh banyak harapan terhadap putranya, dengan harapan Mayka bisa belajar banyak hal terlebih dahulu tentang apa yang ditekuninya. Sehingga, melakukan kesalahan adalah sesuatu yang tidak perlu disesali.

"Ketika dia membuat kesalahan, berarti itu adalah sebuah pelajaran. Dan ternyata ilmu dia lebih daripada yang saya harapkan. Sehingga ketika ada kepanikan ketika dia membuat kesalahan, kita harus menenangkan, bukan menambah kepanikan. Jangan memberi tekanan, beri mereka arahan," tutur Rifat.

Sebagai seorang ayah dan juga profesional di dunia balap reli, ia lebih senang memberikan sebanyak apa pun informasi yang dibutuhkan, serta memberi cara pandang latar belakang mengapa kesalahan terjadi, ketimbang marah-marah.

Sebab, menurut Rifat, setiap kesalahan justru merupakan cara berkomunikasi dan memperbaiki informasi yang diperlukan, terutama bagi anak-anaknya.

"Ibaratnya, jangan mengenalkan mesin, tapi lebih mengandalkan skill dan juga sportivitas yang tinggi," kata dia.

Pengasuhan yang Dilakukan Bersama Sang Istri, Sissy Priscillia

Potret pembalap, Rifat Sungkar dan keluarganya.  Foto: Instagram/ @rifato
Potret pembalap, Rifat Sungkar dan keluarganya. Foto: Instagram/ @rifato

Dalam membesarkan kedua anaknya, Rifat banyak bekerja sama dengan istrinya, Sissy Priscillia. Karena berasal dari dua latar belakang yang berbeda, yaitu otomotif dan entertainment, Rifat dan Sissy saling berbagi pengetahuan untuk membesarkan putra-putranya.

"Saya itu berangkat dari keluarga yang memang punya disiplin yang tinggi karena kakek saya turunan Belanda, jadi dia sangat amat keras. Sementara Sissy punya skill yang sangat hebat dalam parenting. Jadi kita berdua ini saling mengisi, anak-anak-anak itu kan tidak perlu tekanan, tetapi perlu arahan," tegas Rifat.

Di sisi lain, di tengah berbagai kesibukannya, Rifat mengaku tetap memprioritaskan keluarganya. Menurutnya, tidak ada ayah yang sibuk, tapi memahami prioritas.

Menurut saya enggak ada yang namanya sibuk, adanya prioritas. Ketika kita sudah memprioritaskan sesuatu, pasti kita selalu punya waktu."

Ia mencontohkan, aktivitasnya lebih banyak dilakukan saat akhir pekan. Jadi, di hari biasa, Rifat akan selalu meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarganya.

Rifat pun berpesan agar para orang tua bisa menjadi sosok yang tidak memberi obsesi terlalu tinggi terhadap anak-anak kita.

"Sebagai contoh, nama anak saya ada nama saya di belakangnya. Banyak orang akan berharap bahwa dia akan sehebat saya di waktu yang secepat-cepatnya. Sementara yang saya ajarkan adalah take your time. Nikmatin prosesnya, tidak perlu obsesi yang tinggi," pungkasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url