Otoritas antikorupsi (CIC) di Bangladesh menyita nyaris 10 kg emas senilai USD 1,3 juta atau sekitar Rp 21,7 miliar dari loker bank milik eks Perdana Menteri Sheikh Hasina.
Menurut keterangan pejabat CIC pada Rabu (26/11), penemuan ini terjadi setelah mereka membuka loker Hasina yang telah disita pada September 2025 lalu.
"Berdasarkan perintah pengadilan, kami membuka loker-loker tersebut dan menemukan sekitar 9,7 kilogram emas milik mantan perdana menteri," kata seorang pejabat senior CIC kepada AFP, yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hasil penyitaan tersebut terdiri dari koin emas, emas batangan, dan perhiasan.
Menurut salah seorang penyidik CIC, Hasina tidak menyerahkan sejumlah hadiah yang diterimanya ke kas negara, padahal hal tersebut diwajibkan dalam hukum Bangladesh.
Adapun Badan Pendapatan Nasional Bangladesh, tak lama setelah penemuan emas tersebut, menyebut mereka telah memulai penyelidikan penggelapan pajak yang diduga dilakukan Hasina. Mereka turut menyelidiki apakah Hasina melaporkan emas-emas tersebut dalam laporan pajaknya.
Asap mengepul dari api yang dinyalakan di jalan selama protes mahasiswa yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di Dhaka, Bangladesh, Minggu (5/8/2024). Foto: Mohammad Ponir Hossain/ REUTERS
Hasina terguling dari jabatannya akibat demo besar sejak 2024 lalu. Ia kemudian memutuskan kabur ke India.
Pada awal bulan ini, pengadilan Bangladesh memvonis mati Hasina. Dia terbukti bersalah atas tindakan kekerasan yang berujung kematian pengunjuk rasa pada demo besar 2024 lalu.