Foto Alvaro Kiano Nugroho, cucunya Tugimin yang sudah 8 bulan hilang. Foto: Jonathan Devin/kumparan
Delapan bulan berlalu sejak Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia enam tahun asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan, menghilang selepas salat asar di Masjid Jami Al Muflihun. Pencarian panjang dilakukan keluarga, dari melapor ke polisi hingga menyusuri berbagai daerah, namun belum ada satu pun petunjuk yang membawa mereka pada titik terang.
Di tengah pencarian yang melelahkan, muncul beragam kisah: ada yang mengaku bisa membantu dengan imbalan uang, hingga upaya keluarga mendatangi paranormal di berbagai kota. Harapan tetap menyala di hati sang kakek, Tugimin, yang kini hanya berharap bantuan dari aparat agar cucunya bisa pulang ke rumah dalam keadaan selamat.
Pencarian Alvaro Kiano yang Telah Hilang 8 Bulan Belum Berbuah Hasil
Sudah delapan bulan berlalu sejak Alvaro Kiano, bocah enam tahun asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dilaporkan hilang. Hingga kini, keberadaannya masih menjadi misteri meski berbagai upaya pencarian terus dilakukan oleh keluarga dan pihak kepolisian.
"Betul, kami masih usahakan, bahkan Polda beserta Polres juga turun tangan membantu. Berbagai informasi yang masuk dari keterangan saksi, sekolah, keluarga, dan melalui DM Instagram maupun HP aduan Kapolsek selalu kami dalami, tetapi belum membuahkan hasil," kata Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam kepada kumparan, Selasa (11/11).
Tugimin memperlihatkan foto cucunya, Alvaro Kiano Nugroho, yang sudah 8 bulan hilang. Foto: Jonathan Devin/kumparan
Penyelidikan telah dilakukan hingga ke luar Jakarta, termasuk ke Batam dan Cilegon. Namun, hasilnya tetap nihil. Salah satu kendala utama adalah rekaman CCTV di Masjid Jami Al Muflihun, tempat Alvaro terakhir terlihat, yang terhapus otomatis sebelum laporan dibuat.
"Salah satu kesulitannya CCTV itu. Rekaman per hari dari DVR terhapus," jelas Seala.
Polda Metro Jaya Turun Tangan Cari Alvaro Kiano yang Hilang 8 Bulan
Polda Metro Jaya akhirnya turun tangan menyelidiki hilangnya Alvaro Kiano, bocah enam tahun yang sudah delapan bulan tak ditemukan sejak terakhir terlihat di Masjid Jami Al Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Iman Imanuddin menyebut pihaknya tengah menelusuri laporan tersebut.
"(Hilangnya Alvaro Kiano) sedang dicek," kata Iman kepada kumparan, Selasa (11/11).
Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam menuturkan, pencarian masih terus dilakukan bahkan hingga ke luar Jakarta, seperti Batam dan Cilegon. Namun, hasilnya masih nihil karena rekaman CCTV di lokasi terhapus otomatis.
Poster Anak Hilang Alvero Kiano Nugroho. Foto: Polsek Pesanggrahan
Polisi juga menyebar poster anak hilang yang beredar di media sosial, ciri-ciri Alvaro Kiano adalah berkulit agak gelap dengan rambut cepak. Ia terakhir terlihat di Jalan Masjid Al Muflihun, Tanah Kusir, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Poster tersebut juga mencantumkan kontak yang bisa dihubungi terkait informasi mengenai Alvaro Kiano di nomor 0878-7799-2246 atas nama Rosbana, Resmob Polda Metro Jaya.
Awal Mula Alvaro Kiano Hilang: Pergi Salat Asar, Tak Pernah Pulang Lagi
Kisah hilangnya Alvaro Kiano Nugroho bermula pada sore 6 Maret 2025, saat bocah 6 tahun itu berpamitan untuk salat asar di Masjid Al Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kala itu, sang kakek, Tugimin, sempat terlelap di atas sajadah usai salat dan mendapati cucunya sudah tak ada ketika terbangun.
"Neneknya bilang, tadi ada yang nyamperin temannya. 'Alvaro main yuk'. Nah disahutin neneknya, 'Alvaro enggak main, tidur'. Nah si Alvaro itu nyahutin, 'aku enggak tidur sih mak, aku mau main'," kata Tugimin, Selasa (11/11).
Tugimin seorang kakek yang cucunya, Alvaro Kiano Nugroho sudah hilang 8 bulan. Foto: Jonathan Devin/kumparan
Hingga malam tiba, Alvaro tak juga pulang. Tugimin mulai curiga dan mencari cucunya ke berbagai tempat, termasuk menanyai teman-temannya satu per satu. Namun, tak satu pun yang tahu keberadaan bocah itu.
"Saya muter nyari-nyari cucu saya. Kok gak ada. Saya tanya teman-temennya main, teman-temennya yang nyamperin juga dia bilang 'aku enggak main bareng sama Alvaro, aku nggak tahu, enggak nyampur'," ungkap Tugimin.
Keluarga: Ada Orang yang Tawarkan Bantu Cari Alvaro Kiano, Minta Rp 50 Juta
Keluarga Alvaro Kiano Nugroho mengaku sempat didatangi sejumlah orang yang menawarkan bantuan untuk mencari bocah 6 tahun itu, namun dengan imbalan uang. Kakek Alvaro, Tugimin, menuturkan salah satunya bahkan meminta Rp 50 juta dengan dalih penculik akan menuntut tebusan.
"Dulu yang baru-baru (Alvaro hilang, itu (ada orang) tinggalnya di daerah Kebayoran Baru. Dia mau bantu nyari. (Dia bilang), 'cuma nanti kalau penculiknya minta tebusan bapak sanggup?' Lho katanya mau bantu tapi malah minta duit Rp 50 juta?" ujar Tugimin, Selasa (11/11).
Tugimin juga sempat mendapat tawaran serupa dari seseorang bernama Jejen yang mengaku melihat Alvaro di Bekasi. Namun, setelah dilacak, alamat yang diberikan palsu.
"Dikasih alamatnya di Bekasi Timur, setelah dilacak enggak ada," ungkapnya.
Foto Alvaro Kiano Nugroho, cucunya Tugimin yang sudah 8 bulan hilang. Foto: Jonathan Devin/kumparan
Belakangan diketahui Jejen sebenarnya berada di Sidoarjo dan tengah membutuhkan uang untuk orang tuanya yang sakit. Selain itu, seorang marbut masjid mengaku sempat melihat seorang pria mencari Alvaro di Masjid Al Muflihun pada hari hilangnya bocah tersebut.
"Ditegor sama marbut, 'Pak nyari siapa?', 'nyari anak saya'. 'Namanya siapa?', 'Alvaro'. 'Oh Alvaro di atas lagi mainan'," kata Tugimin menirukan.
Ia juga sempat meminta bantuan sejumlah paranormal di berbagai daerah, namun hasilnya nihil.
"Tapi mengatakan anak itu masih ada. Sampai saat ini juga masih mengatakan anak ini masih ada," ucap Tugimin.
Libatkan Paranormal
Selain melapor ke polisi, keluarga Alvaro Kiano juga menempuh jalur nonformal dengan meminta bantuan paranormal. Tugimin, sang kakek, mengaku telah berkeliling ke berbagai daerah demi mencari petunjuk soal cucunya yang sudah delapan bulan hilang.
"Wah orang pintar udah selebar jagat dah, saya ke Banten, ke Bandung, ke Jawa Timur, ke Jawa Tengah, Cilacap, Bandung segala," kata Tugimin, Selasa (11/11).
Foto Alvaro Kiano Nugroho, cucunya Tugimin yang sudah 8 bulan hilang. Foto: Jonathan Devin/kumparan
Namun, semua upaya itu belum membuahkan hasil. Tak satu pun dari para paranormal yang didatanginya berhasil menunjukkan keberadaan Alvaro.
"Tapi mengatakan anak itu masih ada. Sampai saat ini juga masih mengatakan anak ini masih ada. Cuma istilahnya ini enggak bisa keluar, karena dikerem," beber Tugimin.
Permintaan Kakek Alvaro ke Kapolri hingga Kapolda
Delapan bulan tanpa kabar membuat Tugimin, kakek Alvaro Kiano Nugroho, terus memohon agar cucunya segera ditemukan. Ia mengadu langsung kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo hingga Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, berharap ada keajaiban di tengah pencarian yang belum menunjukkan hasil.
"Ya harapannya mohon kepada bapak dari Kapolres, Kapolda, maupun Kapolri untuk dapat membantu cucu saya Alvaro Kiano Nugroho segera dapat diketemukan," kata Tugimin, Selasa (11/11).
Ia menuturkan, sudah sembilan bulan keluarganya hidup dalam ketidakpastian. Harapannya kini hanya satu, agar Alvaro bisa pulang ke rumah dalam keadaan sehat. "Semoga Bapak Kapolri, Bapak Kapolda, Bapak Kapolres, Ibu Kapolsek, segera membantu untuk segera dapat menemukan cucu saya Alvaro Kiano Nugroho kembali ke rumah dalam keadaan sehat sempurna karena Allah Taala," ujarnya.