Mau Beli Ikan? Ini Cara Sederhana Mengetahui Masih Segar atau Tidak! - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mau Beli Ikan? Ini Cara Sederhana Mengetahui Masih Segar atau Tidak!
Nov 14th 2025, 12:00 by kumparanMOM

Ikan Gurame Segar. Foto: lookmanhakim/Shutterstock
Ikan Gurame Segar. Foto: lookmanhakim/Shutterstock

Memilih ikan segar terlihat mudah, tetapi kenyataannya masih banyak orang keliru dalam mengenali tanda-tandanya. Padahal, mengonsumsi ikan yang tidak lagi segar bukan hanya mengubah cita rasanya, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Karena itu, penting untuk memahami ciri-ciri ikan yang masih layak dikonsumsi, Moms.

Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Hasil Perairan IPB University, Prof. Dr. Mala Nurilmala, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa kualitas ikan dapat dinilai melalui tekstur, aroma, dan kondisi fisiknya. Yuk, cari tahu agar tidak salah pilih lagi, Moms!

Cara Mudah Membedakan Ikan Segar dan Tidak Segar

Ilustrasi ikan segar. Foto: Meiliani/kumparan
Ilustrasi ikan segar. Foto: Meiliani/kumparan

Agar tidak keliru saat berbelanja, berikut ciri-ciri ikan segar yang bisa dikenali melalui pancaindra:

Ciri Ikan Segar (Layak Konsumsi)

  • Mata cerah dan cembung

  • Beraroma segar

  • Daging elastis dan kembali ke bentuk asal saat ditekan

  • Tubuh utuh

  • Insang berwarna cerah

  • Pada ikan air tawar, sisik masih utuh dan kokoh

Ciri Ikan yang Sudah Tidak Segar

  • Mata berkabut dengan selaput putih atau kehitaman

  • Berbau busuk

  • Daging lembek dan meninggalkan bekas saat ditekan

  • Warna tubuh kusam

  • Insang menghitam atau kecokelatan

  • Pada ikan air tawar, sisik mudah terlepas atau rapuh

Nah Moms, dengan memperhatikan tanda-tanda tersebut, Anda dapat lebih mudah menilai apakah ikan masih layak diolah atau sebaiknya dihindari.

Tahu Enggak Sih, Kenapa Ikan Mudah Rusak?

Dibandingkan sumber protein lainnya seperti daging sapi, daging ayam, ikan memang lebih cepat mengalami pembusukan. Menurut Prof. Mala, ada dua faktor utama penyebabnya:

  • Kadar air pada ikan sangat tinggi

  • Serat daging ikan lebih lunak

"Kondisi tersebut membuat ikan mudah mengalami autolisis, yaitu proses pembusukan diri akibat aktivitas enzim dalam tubuh ikan itu sendiri," ujar Prof. Mala kepada kumparanMOM.

Ilustrasi ikan di atas es. Foto: TeraMax/Shutterstock
Ilustrasi ikan di atas es. Foto: TeraMax/Shutterstock

Inilah sebabnya, ikan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang akan cepat berbau dan berubah teksturnya. Karena proses kerusakannya begitu cepat, maka Anda biasanya akan melihat ikan yang dijual di pasar maupun swalayan ditumpuk dengan es. Tujuannya adalah memperlambat aktivitas enzim dan menghambat pertumbuhan mikroba penyebab pembusukan.

"Semakin dingin suhunya, semakin awet ikannya. Hal ini juga berlaku saat menyimpannya di kulkas. Sebaiknya, ikan dibungkus atau ditempatkan di wadah tertutup. Selain mencegah munculnya bau di sekitar kulkas, langkah ini juga berpengaruh pada keawetan ikan," tutup Prof. Mala.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url