Ikan Gurame Segar. Foto: lookmanhakim/Shutterstock
Memilih ikan segar terlihat mudah, tetapi kenyataannya masih banyak orang keliru dalam mengenali tanda-tandanya. Padahal, mengonsumsi ikan yang tidak lagi segar bukan hanya mengubah cita rasanya, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Karena itu, penting untuk memahami ciri-ciri ikan yang masih layak dikonsumsi, Moms.
Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Hasil Perairan IPB University, Prof. Dr. Mala Nurilmala, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa kualitas ikan dapat dinilai melalui tekstur, aroma, dan kondisi fisiknya. Yuk, cari tahu agar tidak salah pilih lagi, Moms!
Cara Mudah Membedakan Ikan Segar dan Tidak Segar
Ilustrasi ikan segar. Foto: Meiliani/kumparan
Agar tidak keliru saat berbelanja, berikut ciri-ciri ikan segar yang bisa dikenali melalui pancaindra:
Ciri Ikan Segar (Layak Konsumsi)
Mata cerah dan cembung
Beraroma segar
Daging elastis dan kembali ke bentuk asal saat ditekan
Tubuh utuh
Insang berwarna cerah
Pada ikan air tawar, sisik masih utuh dan kokoh
Ciri Ikan yang Sudah Tidak Segar
Mata berkabut dengan selaput putih atau kehitaman
Berbau busuk
Daging lembek dan meninggalkan bekas saat ditekan
Warna tubuh kusam
Insang menghitam atau kecokelatan
Pada ikan air tawar, sisik mudah terlepas atau rapuh
Nah Moms, dengan memperhatikan tanda-tanda tersebut, Anda dapat lebih mudah menilai apakah ikan masih layak diolah atau sebaiknya dihindari.
Tahu Enggak Sih, Kenapa Ikan Mudah Rusak?
Dibandingkan sumber protein lainnya seperti daging sapi, daging ayam, ikan memang lebih cepat mengalami pembusukan. Menurut Prof. Mala, ada dua faktor utama penyebabnya:
Kadar air pada ikan sangat tinggi
Serat daging ikan lebih lunak
"Kondisi tersebut membuat ikan mudah mengalami autolisis, yaitu proses pembusukan diri akibat aktivitas enzim dalam tubuh ikan itu sendiri," ujar Prof. Mala kepada kumparanMOM.
Ilustrasi ikan di atas es. Foto: TeraMax/Shutterstock
Inilah sebabnya, ikan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang akan cepat berbau dan berubah teksturnya. Karena proses kerusakannya begitu cepat, maka Anda biasanya akan melihat ikan yang dijual di pasar maupun swalayan ditumpuk dengan es. Tujuannya adalah memperlambat aktivitas enzim dan menghambat pertumbuhan mikroba penyebab pembusukan.
"Semakin dingin suhunya, semakin awet ikannya. Hal ini juga berlaku saat menyimpannya di kulkas. Sebaiknya, ikan dibungkus atau ditempatkan di wadah tertutup. Selain mencegah munculnya bau di sekitar kulkas, langkah ini juga berpengaruh pada keawetan ikan," tutup Prof. Mala.