Gerakan Tutup Mulut (GTM) menjadi sesuatu yang banyak dialami oleh para ibu ketika bayinya mulai memasuki fase makanan pendamping ASI (MPASI). Tidak jarang, GTM bisa cukup membuat ibu kewalahan atau bahkan stres, karena khawatir hanya sedikit makanan yang dimakan oleh si kecil.
Hal ini juga dialami oleh seorang ibu dengan pengguna Instagram, @ayyara_azkayra. Ia membagikan pengalamannya saat berkonsultasi dengan dokter anak ketika bayinya yang berusia 9 bulan mengalami GTM. Sang bayi tiba-tiba menolak makan, padahal sebelumnya tidak pernah memiliki masalah berarti.
Dalam konsultasi tersebut, dokter menjelaskan bahwa GTM yang dialami bayinya kemungkinan besar disebabkan oleh jadwal tidur yang kurang teratur, terutama tidur siang yang terlalu lama dan dilakukan terlalu sore.
Setelah mengikuti saran dokter dan memperbaiki jadwal tidur siangnya, perubahan positif mulai terlihat. Bayinya kembali lahap makan dan lebih semangat menyusu, Moms.
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, pola tidur dan nafsu makan bayi memang saling berkaitan. Keduanya dipengaruhi oleh dua hormon utama:
Ghrelin, yang memicu rasa lapar
Leptin, yang memberikan sinyal kenyang
"Jika tidur siangnya terlalu panjang atau terlalu sore, ritme hormon ghrelin dan leptin menjadi tidak seimbang. Akibatnya, tampak seperti GTM," jelas dr. Aisya kepada kumparanMOM, Kamis (13/11).
Ketidakseimbangan hormon ini membuat bayi terlihat tidak berselera makan meski tidak sedang sakit. Tidur siang yang waktunya kurang tepat juga dapat membuat bayi bangun dalam kondisi masih 'kenyang tidur', sehingga rasa lapar tidak muncul pada jam makan berikutnya.
Dampak Tidur Siang yang Terlalu Panjang atau Terlalu Sore
Ilustrasi bayi tidur lelap Foto: Shutter Stock
dr. Aisya menjelaskan beberapa efek lanjutan yang dapat muncul bila tidur siang bayi tidak teratur:
Bayi bangun tanpa rasa lapar karena tidur yang terlalu mengenyangkan
Jam makan sore atau malam menjadi mundur, sehingga pola makan ikut berantakan
Bayi masuk ke fase high-energy evening, yaitu masa ketika ia lebih ingin bermain dan bereksplorasi, bukan makan
Kondisi ini sering membuat orang tua mengira anak sedang GTM, padahal akar masalahnya berasal dari pola tidur. Tetapi ingat, pola tidur bukan satu-satunya penyebab GTM pada bayi, sehingga perlu ada observasi bersama untuk mencari tahu penyebabnya sulit makan.
Rekomendasi Tidur Siang agar Nafsu Makan Tetap Optimal
Ilustrasi bayi tidur bersama ibu Foto: Shutterstock
Agar tidur siang mendukung jam makan bayi, berikut rekomendasi dr. Aisya yang dapat diterapkan di rumah:
Durasi tidur siang maksimal 2,5 jam
Hindari tidur siang setelah pukul 16.00
Beri jarak 3–4 jam antara waktu bangun dari tidur siang terakhir dan waktu tidur malam
Dengan pola tidur yang lebih teratur, maka nafsu makan bayi pun dapat kembali stabil, sehingga proses tumbuh kembangnya berjalan lebih optimal, Moms.