Jadwal Tidur Siang Ternyata Bisa Pengaruhi Nafsu Makan Bayi, Kok Bisa? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Jadwal Tidur Siang Ternyata Bisa Pengaruhi Nafsu Makan Bayi, Kok Bisa?
Nov 14th 2025, 14:00 by kumparanMOM

Bayi makan wortel.   Foto: Mcimage/shutterstock
Bayi makan wortel. Foto: Mcimage/shutterstock

Gerakan Tutup Mulut (GTM) menjadi sesuatu yang banyak dialami oleh para ibu ketika bayinya mulai memasuki fase makanan pendamping ASI (MPASI). Tidak jarang, GTM bisa cukup membuat ibu kewalahan atau bahkan stres, karena khawatir hanya sedikit makanan yang dimakan oleh si kecil.

Hal ini juga dialami oleh seorang ibu dengan pengguna Instagram, @ayyara_azkayra. Ia membagikan pengalamannya saat berkonsultasi dengan dokter anak ketika bayinya yang berusia 9 bulan mengalami GTM. Sang bayi tiba-tiba menolak makan, padahal sebelumnya tidak pernah memiliki masalah berarti.

Dalam konsultasi tersebut, dokter menjelaskan bahwa GTM yang dialami bayinya kemungkinan besar disebabkan oleh jadwal tidur yang kurang teratur, terutama tidur siang yang terlalu lama dan dilakukan terlalu sore.

Setelah mengikuti saran dokter dan memperbaiki jadwal tidur siangnya, perubahan positif mulai terlihat. Bayinya kembali lahap makan dan lebih semangat menyusu, Moms.

Mengapa Tidur Siang Bisa Memengaruhi Nafsu Makan?

Ilustrasi bayi makan stroberi.  Foto: Mcimage/Shutterstock
Ilustrasi bayi makan stroberi. Foto: Mcimage/Shutterstock

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, pola tidur dan nafsu makan bayi memang saling berkaitan. Keduanya dipengaruhi oleh dua hormon utama:

  • Ghrelin, yang memicu rasa lapar

  • Leptin, yang memberikan sinyal kenyang

"Jika tidur siangnya terlalu panjang atau terlalu sore, ritme hormon ghrelin dan leptin menjadi tidak seimbang. Akibatnya, tampak seperti GTM," jelas dr. Aisya kepada kumparanMOM, Kamis (13/11).

Ketidakseimbangan hormon ini membuat bayi terlihat tidak berselera makan meski tidak sedang sakit. Tidur siang yang waktunya kurang tepat juga dapat membuat bayi bangun dalam kondisi masih 'kenyang tidur', sehingga rasa lapar tidak muncul pada jam makan berikutnya.

Dampak Tidur Siang yang Terlalu Panjang atau Terlalu Sore

Ilustrasi bayi tidur lelap Foto: Shutter Stock
Ilustrasi bayi tidur lelap Foto: Shutter Stock

dr. Aisya menjelaskan beberapa efek lanjutan yang dapat muncul bila tidur siang bayi tidak teratur:

  1. Bayi bangun tanpa rasa lapar karena tidur yang terlalu mengenyangkan

  2. Jam makan sore atau malam menjadi mundur, sehingga pola makan ikut berantakan

  3. Bayi masuk ke fase high-energy evening, yaitu masa ketika ia lebih ingin bermain dan bereksplorasi, bukan makan

Kondisi ini sering membuat orang tua mengira anak sedang GTM, padahal akar masalahnya berasal dari pola tidur. Tetapi ingat, pola tidur bukan satu-satunya penyebab GTM pada bayi, sehingga perlu ada observasi bersama untuk mencari tahu penyebabnya sulit makan.

Rekomendasi Tidur Siang agar Nafsu Makan Tetap Optimal

Ilustrasi bayi tidur bersama ibu Foto: Shutterstock
Ilustrasi bayi tidur bersama ibu Foto: Shutterstock

Agar tidur siang mendukung jam makan bayi, berikut rekomendasi dr. Aisya yang dapat diterapkan di rumah:

  1. Durasi tidur siang maksimal 2,5 jam

  2. Hindari tidur siang setelah pukul 16.00

  3. Beri jarak 3–4 jam antara waktu bangun dari tidur siang terakhir dan waktu tidur malam

Dengan pola tidur yang lebih teratur, maka nafsu makan bayi pun dapat kembali stabil, sehingga proses tumbuh kembangnya berjalan lebih optimal, Moms.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url