Ilustrasi bayi menangis atau rewel. Foto: Shutter Stock
Kasus mengejutkan dibagikan oleh seorang ibu di Instagram dengan akun @erniaprilina. Ia menceritakan bahwa bayinya yang berusia 5 bulan tiba-tiba muntah darah tanpa menunjukkan gejala apa pun sebelumnya. Setelah diperiksa di rumah sakit, hasil tes darah menunjukkan nilai APTT memanjang. Artinya darah membutuhkan waktu lebih lama untuk membeku sehingga meningkatkan risiko perdarahan serius.
Bayinya pun langsung mendapatkan perawatan intensif, termasuk suntikan vitamin K, tambahan suplemen, hingga antibiotik. Meski terlihat sehat, bayi ternyata dapat mengalami kekurangan vitamin K secara mendadak, Moms.
Kenapa Bisa Terjadi?
ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Anucha Cheechang/Shutterstock
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, yang bekerja di rumah sakit UNS Solo, hal ini memang bisa terjadi secara mendadak karena jumlah vitamin K pada tubuh bayi sangat minim saat dilahirkan.
"Bayi lahir dengan cadangan vitamin K yang minim, sementara usus mereka belum matang untuk memproduksi vitamin K sendiri." Kata dr. Aisya Fikritama, SpA kepada kumparanMOM, Selasa (25/11).
Itulah sebabnya bayi usia di bawah 6 bulan, meskipun terlihat sehat dan aktif, tetap berada dalam risiko defisiensi vitamin K. Kondisi ini dapat muncul tiba-tiba, bahkan tanpa gejala awal, dan bisa memicu perdarahan berat seperti muntah darah, memar tanpa benturan, BAB hitam seperti tar, mimisan, hingga kejang bila terjadi perdarahan otak.
Faktor penyebab kekurangan vitamin K antara lain:
Cadangan vitamin K minim sejak lahir (transfer dari ibu terbatas).
Usus bayi belum mampu memproduksi vitamin K.
Kandungan vitamin K dalam ASI rendah.
Gangguan penyerapan lemak atau masalah hati (jika ada kondisi medis tertentu).
"Kekurangan vitamin K bukan berarti bayi kurang sehat, tetapi memang fungsi alami tubuh bayi belum mampu memproduksi vitamin K sendiri pada bulan-bulan awal kehidupannya." Tambah dr.Aisya
Apa yang Harus Dilakukan sebagai Pencegahan?
Menurut dr. Aisya Fiktritama, SpA, pencegahan utama kekurangan vitamin K adalah melalui:
Pemberian suntikan vitamin K segera setelah lahir (1 mg intramuskular). Ini adalah metode paling efektif untuk mencegah perdarahan hingga beberapa bulan pertama kehidupan.
Alternatif oral (2 mg saat lahir dengan pengulangan), namun efektivitasnya lebih rendah dibanding dengan suntikan.
Pemantauan lebih ketat bagi bayi dengan risiko tertentu, seperti: gangguan hati atau kolestasis, malabsorpsi, atau jika ibu mengonsumsi obat tertentu saat hamil.
Namun, setelah bayi memasuki usia di atas 6 bulan dan mulai MPASI dengan baik, risiko kekurangan vitamin K akan menurun secara signifikan karena sumber nutrisi semakin beragam.
"Tapi kalau sudah pernah terjadi perdarahan atau ada kondisi medis khusus, dokter dapat mempertimbangkan suplementasi tambahan." Tutup dr. Aisya