Anak 11 Tahun Punya HP Sendiri, Apakah Waktu yang Tepat? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Anak 11 Tahun Punya HP Sendiri, Apakah Waktu yang Tepat?
Nov 5th 2025, 18:00 by kumparanMOM

Ilustrasi orang tua dan anak main gadget. Foto: Tom Wang/Shutterstock
Ilustrasi orang tua dan anak main gadget. Foto: Tom Wang/Shutterstock

Seorang ayah memberikan HP baru kepada anak sulungnya yang berusia 11 tahun.

Bukan ponsel biasa, kali ini, ia mendapatkan HP sendiri yang bisa digunakan untuk bermain game. Awalnya, HP diberikan sebagai alat komunikasi, agar anak bisa menghubungi orang tua saat di luar rumah. Namun karena dianggap sudah bisa mengatur diri dan bertanggung jawab, sang ayah akhirnya memberikan ponsel yang bisa digunakan juga untuk bermain game.

Tapi apakah anak usia 11 tahun memang sudah cukup matang untuk memiliki HP sendiri?

Bukan soal Usia, tapi Kesiapan

Ilustrasi anak main games. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi anak main games. Foto: Shutter Stock

Menurut Psikolog Klinis Anak dan Keluarga, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, M.Psi, Psikolog, setiap anak memiliki tingkat kematangan yang berbeda.

"Memang betul bahwa kematangan tiap anak berbeda, sehingga usia bukan satu-satunya patokan," jelas Vera Itabiliana Hadiwidjojo, M.Psi, kepada kumparanMOM, Rabu (5/11).

Namun, usia tetap bisa dijadikan acuan umum untuk pemberian HP karena berhubungan dengan perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan kemampuan mengatur diri.

Selain itu, lebih penting dari sekadar umur, orang tua perlu menilai kesiapan anak, seperti:

  • Apakah ia sudah bisa memahami aturan?

  • Bisa berhenti ketika diminta?

  • Mampu mengelola emosi saat tidak diberi gadget?

"Kalau belum, sebaiknya penggunaan gadget ditunda dulu," ujar Vera.

Sebab, hal itu menandakan kemampuan kontrol diri anak belum matang.

Aturan Main yang Harus Disepakati

Ilustrasi anak main gadget. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi anak main gadget. Foto: Shutter Stock

Jika anak dinilai sudah siap, pemberian HP perlu disertai aturan yang jelas sejak awal, agar anak belajar disiplin dan bertanggung jawab.

Vera juga menjelaskan, beberapa hal yang bisa disepakati antara orang tua dan anak adalah:

  • Durasi bermain: 30–60 menit per hari, tergantung usia dan aktivitas lain.

  • Jenis game: pilih yang sesuai usia dan mengandung nilai positif seperti kerja sama dan strategi, bukan kekerasan.

  • Tempat bermain: di ruang keluarga agar mudah diawasi.

  • Waktu bermain: bukan saat bangun, makan, atau menjelang tidur.

Selain itu, orang tua juga disarankan untuk terlibat aktif, mengetahui game apa yang dimainkan anak, dengan siapa, dan bagaimana reaksinya selama bermain.

"Interaksi yang terbuka membantu anak belajar mengontrol diri dan mengenali efek game terhadap emosinya," tambah Vera.

Bila memungkinkan, main game hanya di akhir pekan dan tidak perlu disimpan di HP anak, agar fokusnya tidak mudah teralihkan dari aktivitas lain.

Mulai dari Tujuan yang Jelas

Sebelum memberikan HP, orang tua perlu memiliki tujuan yang jelas.

"Kenalkan HP bukan sebagai hiburan utama, tapi sebagai alat komunikasi atau belajar," saran Vera.

Gunakan sistem co-viewing, menonton video edukatif atau menelepon keluarga bersama anak. Batasi waktu dan akses dengan fitur parental control, serta pastikan waktu layar tidak mengganggu tidur, belajar, atau aktivitas fisik. Anak juga perlu dilatih tanggung jawab digital, seperti menjaga etika online dan tidak membagikan data pribadi.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url