Perdarahan usai Melahirkan, Apakah Harus Selalu Angkat Rahim? Foto: Shutterstock
Seorang ibu dengan akun TikTok @aidinduy_ membagikan kisahnya usai melahirkan anak pertama. Ya Moms, dalam unggahannya, ia mengatakan harus menjalani pengangkatan rahim di usia 25 tahun demi menyelamatkan nyawa usai melahirkan anak pertamanya.
"Ini terpaksa dilakukan akibat pendarahan hebat setelah proses persalinan," ujarnya dalam video.
Apakah Semua Kasus Perdarahan usai Melahirkan Harus Angkat Rahim?
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG menjelaskan, tindakan angkat rahim atau dalam istilah medis dikenal dengan obstetric histerectomy hanya dilakukan dalam kondisi gawat darurat. Yaitu ketika perdarahan usai persalinan tidak bisa dihentikan dengan cara lain.
"Merupakan tindakan terakhir penyelamatan hidup pada perdarahan hebat pasca persalinan yang tidak teratasi," tutur dr. Andrew kepada kumparanMOM, Selasa (30/9).
dr. Andrew juga menjelaskan beberapa kondisi medis serius yang bisa memicu perdarahan usai persalinan, seperti:
-Atonia Uteri
Kondisi di mana rahim tidak berkontraksi setelah melahirkan sehingga pembuluh darah tidak tertutup dengan baik.
-Plasenta Previa
Ilustrasi plasenta previa pada ibu hamil. Foto: Shutter Stock
Posisi plasenta adalah kondisi saat plasenta menutupi jalan lahir, sehingga melakukan persalinan pervaginam bisa meningkatkan risiko perdarahan.
-Ruptur Uterus
Terjadi robekan pada dinding rahim saat atau setelah persalinan, yang bisa sangat membahayakan ibu.
Pentingnya Deteksi Dini untuk Upaya Pencegahan
Selain itu, dr. Andrew juga menekankan pentingnya deteksi dini dan perawatan kehamilan yang optimal untuk mencegah risiko perdarahan hebat. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
1. Rutin periksa kehamilan ke dokter kandungan untuk deteksi dini risiko komplikasi.
Ilustrasi ibu hamil. Foto: PR Image Factory/Shutterstock
2. Menjaga pola makan sehat dan gizi seimbang dari sebelum hamil hingga menjelang persalinan.
3. Mengonsumsi zat besi secara rutin untuk mencegah anemia yang dapat memperparah perdarahan.
4. Melahirkan di fasilitas kesehatan yang aman dan terpercaya, dengan tenaga medis profesional yang siap menangani komplikasi.