Perdarahan usai Melahirkan, Apakah Harus Selalu Angkat Rahim? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Perdarahan usai Melahirkan, Apakah Harus Selalu Angkat Rahim?
Oct 6th 2025, 15:30 by kumparanMOM

Perdarahan usai Melahirkan, Apakah Harus Selalu Angkat Rahim?   Foto: Shutterstock
Perdarahan usai Melahirkan, Apakah Harus Selalu Angkat Rahim? Foto: Shutterstock

Seorang ibu dengan akun TikTok @aidinduy_ membagikan kisahnya usai melahirkan anak pertama. Ya Moms, dalam unggahannya, ia mengatakan harus menjalani pengangkatan rahim di usia 25 tahun demi menyelamatkan nyawa usai melahirkan anak pertamanya.

"Ini terpaksa dilakukan akibat pendarahan hebat setelah proses persalinan," ujarnya dalam video.

@aidinduy_

Alhamdulillah kita sudah berhasil berjuang melewati masa2 kritis ya dek❤️🤏🏻 #fyp #masyaallahtabarakkallah #histerektomi

♬ suara asli - 04" - aca_lov4ly

Apakah Semua Kasus Perdarahan usai Melahirkan Harus Angkat Rahim?

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG menjelaskan, tindakan angkat rahim atau dalam istilah medis dikenal dengan obstetric histerectomy hanya dilakukan dalam kondisi gawat darurat. Yaitu ketika perdarahan usai persalinan tidak bisa dihentikan dengan cara lain.

"Merupakan tindakan terakhir penyelamatan hidup pada perdarahan hebat pasca persalinan yang tidak teratasi," tutur dr. Andrew kepada kumparanMOM, Selasa (30/9).

dr. Andrew juga menjelaskan beberapa kondisi medis serius yang bisa memicu perdarahan usai persalinan, seperti:

-Atonia Uteri

Kondisi di mana rahim tidak berkontraksi setelah melahirkan sehingga pembuluh darah tidak tertutup dengan baik.

-Plasenta Previa

Ilustrasi plasenta previa pada ibu hamil. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi plasenta previa pada ibu hamil. Foto: Shutter Stock

Posisi plasenta adalah kondisi saat plasenta menutupi jalan lahir, sehingga melakukan persalinan pervaginam bisa meningkatkan risiko perdarahan.

-Ruptur Uterus

Terjadi robekan pada dinding rahim saat atau setelah persalinan, yang bisa sangat membahayakan ibu.

Pentingnya Deteksi Dini untuk Upaya Pencegahan

Selain itu, dr. Andrew juga menekankan pentingnya deteksi dini dan perawatan kehamilan yang optimal untuk mencegah risiko perdarahan hebat. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

1. Rutin periksa kehamilan ke dokter kandungan untuk deteksi dini risiko komplikasi.

Ilustrasi ibu hamil. Foto: PR Image Factory/Shutterstock
Ilustrasi ibu hamil. Foto: PR Image Factory/Shutterstock

2. Menjaga pola makan sehat dan gizi seimbang dari sebelum hamil hingga menjelang persalinan.

3. Mengonsumsi zat besi secara rutin untuk mencegah anemia yang dapat memperparah perdarahan.

4. Melahirkan di fasilitas kesehatan yang aman dan terpercaya, dengan tenaga medis profesional yang siap menangani komplikasi.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url