Warga berjalan di depan karangan bunga duka cita di kediaman almarhum Zetro Leonardo Purba di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
Karangan bunga berjejer di rumah keluarga pegawai Kemlu Zetro Leonardo Purba di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (3/9). Zetro sebelumnya meninggal karena ditembak orang tak dikenal di Lima, Peru.
Di rumah duka, beberapa karangan bunga sudah terpampang seperti dari Kementerian Luar Negeri hingga kerabat Zetro.
Keluarga pun sudah berkumpul di rumah duka. Namun, pihak keluarga masih belum bisa dimintai keterangan.
Suasana rumah duka Zetro Leonardo Purba, pegawai Kemlu yang berdinas di KBRI Lima, Peru di Tangerang Selatan, pada Rabu (3/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Ketua RW 15 setempat, Aris Indra, mengatakan akan mempersiapkan kebutuhan saat jenazah sudah dipulangkan.
"Kami juga sudah koordinasi dengan Deplu, dengan pihak aparat di sini, dan diperkirakan akan begitu banyak VVIP yang akan hadir," kata Ketua RW 15 Perumahan Villa Gunung Lestari, Aris Indra saat ditemui, Rabu (3/9).
Ditembak Pembunuh Bayaran
Mendagri Peru Carlos Malaver menyampaikan perkembangan investigasi terbunuhnya Zetro Purba.
Zetro tewas pada Senin (1/9) malam waktu setempat. Dia ditembak sebanyak tiga kali, termasuk di kepala, di kawasan apartemen tempat tinggalnya di Ibu Kota Lima.
Menteri Dalam Negeri Peru Carlos Malaver. Foto: Ernesto Benavides/AFP
Sampai sekarang motif penembakan masih diselidiki aparat keamanan Peru. Tetapi, Malaver ketika bertemu anggota parlemen menyebut pelaku adalah pembunuh bayaran.
"Serangan itu merupakan pembunuhan yang memenuhi syarat dalam bentuk pembunuhan bayaran," kata Malaver seperti dikutip dari Associated Press.
Tak Ada Barang Zetro Purba yang Dicuri
Malaver juga mengatakan tak ada barang berharga milik Zetro yang dicuri pelaku penembakan.
"Mereka menunggunya dan peluru mengenai kepalanya; mereka ingin membunuhnya," kata Malaver seperti dikutip dari AP, Rabu (3/9).
Polisi Peru Tingkatkan Keamanan KBRI Lima
Polisi Peru. Foto: Zamachsyari/kumparan
Keamanan KBRI Lima ditingkatkan usai kematian Zetro. Saat bersamaan pemerintah Peru menjanjikan jawaban atas kematian pegawai Kemlu RI tersebut.
Kemlu Peru pada Selasa (2/9) menyesalkan atas kejadian yang menimpa Zetro. Pria 40 tahun itu baru 5 bulan bertugas di Peru.
"Kami akan melakukan segala cara untuk mengklarifikasi apa terjadi," kata Kemlu Peru seperti dikutip dari Reuters.
"Perlindungan polisi akan ditingkatkan untuk personel dan fasilitas KBRI di Lima," sambung mereka.
Sita CCTV
Saat ini, pihak kepolisian Peru sedang mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk mengamankan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi penembakan.
"Pihak kepolisian tengah melakukan berbagai upaya termasuk dengan mengumpulkan bukti-bukti dan mengamankan rekaman kamera pengawas dari lokasi kejadian dan juga berkoordinasi dengan pihak kejaksaan setempat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, dalam keterangannya, dikutip Kamis (4/9).
Vahd juga menyampaikan bahwa KBRI Lima telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Peru untuk mengawal proses investigasi agar mendapatkan motif dari peristiwa penembakan itu.
Pemulangan Jenazah ke Indonesia Diharapkan Minggu Ini
Staf KBRI Lima di Peru, Zetro Leonardo Putra, tewas akibat ditembak orang tak dikenal, 1 September 2025. Foto: Instagram/ @indonesiainmelbourne
Vahd mengatakan proses autopsi terhadap jenazah Zetro sudah dilakukan pada Selasa (2/9). Kemlu berharap jenazah Zetro dapat dipulangkan ke Indonesia pada minggu ini.
"Proses autopsi terhadap jenazah telah dilakukan pada tanggal 2 September dan harapannya adalah pengembalian jenazah dapat dilakukan dalam minggu ini," kata Vahd dalam keterangannya, dikutip Kamis (4/9).
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Peru. Komunikasi itu, lanjut Vahd, mendorong agar proses investigasi kasus ini bisa berjalan transparan, cepat, dan menyeluruh.
"Termasuk hingga tahap pengembalian jenazah," sambungnya.