Menkeu Purbaya menggelar diskusi bersama media di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat pada pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Selasa (30/9) pukul 08.55 WIB ada di Rp 16.680 per dolar AS atau menguat 58 poin (0,35 persen).
Purbaya menilai tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kesalahpahaman terkait kebijakan perbankan, serta faktor psikologis pasar yang belum sepenuhnya tercerna.
"Kalau Anda lihat kan bursa saham naik terus. Pasti asing banyak masuk ke sana, inflow-nya kenceng," ujar Purbaya, usai acara Akad Massal KPR FLPP di Cileungsi, Senin (29/9).
Purbaya lalu menanggapi terkait beredar kabar pemerintah mendorong kebijakan bank-bank BUMN untuk menaikkan bunga deposito dolar hingga 4 persen. Kebijakan ini disebut menimbulkan kekhawatiran bahwa investor akan lebih memilih dolar ketimbang rupiah. Namun, Purbaya menegaskan informasi itu tidak benar.
"Minggu lalu kan ada gangguan sedikit, katanya saya mendukung kebijakan bank-bank BUMN harus menaruh deposito dolar 4 persen. Mereka bilang saya itu menimbulkan ketakutan. Mereka pikir mungkin lebih bagus pegang dolar dibanding rupiah karena bunganya sedikit lebih tinggi. Tapi kan saya sudah bilang, beritanya itu tidak betul dan tidak akan seperti itu kebijakannya," jelas Purbaya.
Purbaya mengatakan pelemahan rupiah di akhir pekan lalu tidak akan berlangsung lama. Ia menjelaskan, kabar mengenai kebijakan deposito dolar muncul saat pasar sudah tutup sehingga menimbulkan reaksi berlebihan.
Begitu pasar kembali dibuka pada pekan ini, katanya, akan ada masa penyesuaian sebelum investor menyadari bahwa pemerintah tidak akan mengambil langkah yang justru melemahkan rupiah.
"Senin perlu penyesuaian sambil market mencerna apa yang terjadi. Tapi saya pikir Rabu udah pada ngerti semua bahwa kita tidak akan melakukan kebijakan yang melemahkan nilai tukar seperti itu. Jadi harusnya rupiah akan menguat," kata Purbaya.
Purbaya juga menilai prospek ekonomi nasional yang membaik akan mendorong masuknya modal asing, yang pada gilirannya memperkuat nilai tukar.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Purbaya menyebut pasar sudah mulai merasakan dampak positif dari kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam dua pekan terakhir. Menurutnya, ini bakal meningkatkan keyakinan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
"Proyek-proyek seperti ini kan menunjukan bahwa memang program pemerintah akan berjalan lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya. Ini kan mendorong pertumbuhan ekonomi juga. Artinya apa, prospek makin bagus, asing akan masuk ke sini," ungkap Purbaya.
Ia memperkirakan pertumbuhan pada kuartal III sedikit tertahan akibat kekecewaan pasar. Namun pada kuartal IV tren perbaikan akan lebih kuat. Purbaya menargetkan laju pertumbuhan ekonomi bisa menembus di atas 5,5 persen pada kuartal IV tersebut.