Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (22/9/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan subsidienergi dan kompensasi yang dikeluarkan pemerintah pada 2024 mencapai Rp 386,9 triliun. Namun, ia menyayangkan masih ada masyarakat dengan tingkat ekonomi mampu malah menikmati subsidi energi tersebut.
Pernyataan itu diutarakan Purbaya saat membeberkan besaran subsidi untuk komoditas energi yang ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Namun, berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional oleh BPS) menunjukkan bahwa masyarakat sangat mampu, yaitu desil 8-10, masih menikmati porsi signifikan dari subsidi energi," ujar Purbaya dalam Rapat dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/9).
Jika dilihat berdasarkan desil pengeluaran, kelompok desil 1 atau masyarakat dengan pengeluaran terendah hanya menerima 7 persen manfaat subsidi dengan nilai total Rp 28,2 triliun. Angka ini meningkat secara bertahap hingga mencapai puncak pada desil 6 dan 7 dengan proporsi masing-masing 11 persen manfaat, bernilai sekitar Rp 43 triliun.
Setelah itu, proporsinya menurun kembali pada desil 9 dan 10, masing-masing sebesar 10 persen dan 9 persen manfaat, dengan nilai Rp 37,8 triliun dan Rp 33,6 triliun.
Petugas PLN mengganti meteran listrik di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (15/5/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Pada setiap desil, komposisi terbesar umumnya berasal dari subsidi listrik, disusul BBM, dan LPG. Misalnya, pada desil 5 sebesar Rp 41,9 triliun, terdiri atas Rp 13,7 triliun untuk BBM, Rp 20,7 triliun untuk listrik, dan Rp 7,8 triliun untuk LPG.
Purbaya memastikan pemerintah ke depan akan terus berusaha memastikan subsidi dan kompensasi dinikmati oleh kalangan yang seharusnya.
"Sejalan dengan hal tersebut, ke depan kita akan terus berusaha agar subsidi dan kompensasi lebih tepat sasaran dan lebih berkeadilan," tutur Purbaya.