Menkeu Purbaya: Ekonomi Kuartal II 5,12 Persen, Tak Ada Manipulasi BPS - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Menkeu Purbaya: Ekonomi Kuartal II 5,12 Persen, Tak Ada Manipulasi BPS
Sep 22nd 2025, 15:07 by kumparanBISNIS

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait program paket ekonomi usai rapat koorddinasi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9/2025).  Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait program paket ekonomi usai rapat koorddinasi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung pihak yang meragukan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dan tumbuh 4,04 persen secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq).

Realisasi pertumbuhan ekonomi secara tahunan tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2024 sebesar 5,05 persen (yoy), dan lebih tinggi jika dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,87 persen (yoy).

Purbaya menilai pihak yang mempertanyakan data Badan Pusat Statistik (BPS) itu kurang memahami soal data pertumbuhan ekonomi tersebut.

"Tapi triwulan kedua angkanya memang seperti itu, tidak ada manipulasi BPS. Kalau yang nyangka-nyangka itu ekonomnya enggak berapa ngerti. Menteri Keuangan boleh ngomong gitu kan ya," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa, Senin (22/9).

Purbaya menyebut pada periode tersebut laju pertumbuhan uang digenjot cukup kencang. Sehingga aktivitas belanja masyarakat juga meningkat.

"Pada triwulan II pertumbuhan uang pertumbuhan uangnya cukup kencang, jadi memang itu yang mendorong belanja konsumen tumbuh kuat," tutur Purbaya.

Tangkapan layar Menkeu Purbaya menjelaskan ekonomi kuartal II.  Foto: YouTube/ Kemenkeu RI
Tangkapan layar Menkeu Purbaya menjelaskan ekonomi kuartal II. Foto: YouTube/ Kemenkeu RI

Pendorong Ekonomi Kuartal II 2025

Dari sisi lapangan usaha, BPS mencatat seluruh sektor mencatatkan pertumbuhan positif. Jasa lainnya menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 11,31 persen. Lompatan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama libur Hari Besar Keagamaan Nasional, cuti bersama, dan liburan sekolah, yang turut mendorong kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Sektor transportasi dan pergudangan serta jasa perusahaan juga menunjukkan performa kuat, masing-masing tumbuh 8,52 persen dan 9,31 persen. Industri pengolahan tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi 1,13 persen terhadap PDB. Disusul perdagangan 0,70 persen, informasi dan komunikasi 0,53 persen, serta konstruksi 0,47 persen.

Subsektor industri makanan dan minuman tumbuh 6,15 persen, ditopang permintaan domestik dan ekspor untuk produk seperti CPO, minyak goreng, dan makanan olahan. Industri logam dasar melonjak 14,91 persen karena permintaan luar negeri terhadap produk besi dan baja. Industri kimia dan farmasi pun tumbuh 9,39 persen, mencerminkan kebutuhan tinggi akan produk kesehatan baik di dalam maupun luar negeri.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi 54,25 persen terhadap PDB. Konsumsi masyarakat tumbuh 4,97 persen, didorong peningkatan belanja kebutuhan primer serta mobilitas masyarakat yang tinggi selama masa libur panjang.

Kebutuhan bahan makanan dan makanan jadi meningkat karena aktivitas pariwisata selama periode libur Hari Besar Keagamaan Nasional dan juga Hari Libur Sekolah.

Selain konsumsi, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi sebesar 27,83 persen terhadap PDB dan tumbuh signifikan. Belanja modal pemerintah naik 30,37 persen yoy, didorong pengadaan mesin dan peralatan. Impor barang modal juga meningkat 28,16 persen, mencerminkan geliat investasi swasta dan belanja infrastruktur.

Ekspor dan impor sama-sama tumbuh, terutama ekspor non-migas seperti lemak hewani/nabati, logam, mesin, dan kendaraan. Ekspor jasa meningkat berkat kunjungan wisatawan mancanegara. Sementara impor naik karena lonjakan barang modal dan bahan baku.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url