Kondisi Bawaan yang Bisa Sebabkan Masalah Gigi pada Anak - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kondisi Bawaan yang Bisa Sebabkan Masalah Gigi pada Anak
Sep 29th 2025, 14:42 by kumparanMOM

Ilustrasi bercak putih pada gigi anak. Foto: Pangram/Shutterstock
Ilustrasi bercak putih pada gigi anak. Foto: Pangram/Shutterstock

Tak sedikit orang tua merasa bersalah ketika melihat gigi anaknya mulai berlubang atau terlihat tidak normal. Padahal, sudah merasa rajin menyikatkan gigi, membatasi makanan manis, dan rutin kontrol ke dokter gigi. Tapi tahukah Anda, bahwa tidak semua masalah gigi anak disebabkan oleh perawatan yang kurang tepat?

Menurut Dokter Spesialis Gigi Anak yang juga expert kumparanMOM drg. Joshua Calvin, Sp.KGA, ada beberapa kondisi gigi yang sudah terbentuk sejak anak masih dalam kandungan.

"Memang sebenarnya ada beberapa kondisi gigi anak yang bukan karena salah perawatan tetapi memang sudah terbentuk sejak dalam kandungan," ujar drg. Joshua kepada kumparanMOM, Minggu (21/9).

Kata Ahli soal Kondisi Gigi Bawaan pada Anak yang Perlu Dipahami

Berikut beberapa kondisi gigi anak yang bisa terjadi sejak masa kandungan:

1. Hipoplasia Email

Ilustrasi gigi susu anak. Foto: Shutterstock
Ilustrasi gigi susu anak. Foto: Shutterstock

Ini merupakan kondisi di mana lapisan email (pelindung luar gigi) terbentuk sangat tipis atau kurang sempurna. Akibatnya, gigi jadi lebih mudah berlubang, meski anak sudah rajin sikat gigi. Hipoplasia email juga dapat terjadi jika selama masa kehamilan ibu mengalami gangguan nutrisi atau infeksi tertentu.

2. Amelogenesis Imperfecta

Kondisi ini merupakan kelainan genetik yang menyebabkan email gigi rapuh dan berubah warna, bahkan sejak gigi pertama tumbuh. Gigi bisa tampak kekuningan, keabu-abuan, atau kecoklatan, dan lebih rentan mengalami kerusakan.

3. Dentinogenesis Imperfecta

Ilustrasi Gigi Anak Copot. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Gigi Anak Copot. Foto: Shutterstock

Masih termasuk gangguan genetik, kondisi ini membuat lapisan dalam gigi tidak berkembang sempurna. Gigi anak bisa tampak kebiruan atau kecoklatan, dan sangat mudah patah atau rapuh.

Selain itu, drg. Joshua juga menyebut ada kondisi di mana ukuran gigi sangat kecil atau dalam medis disebut mikrodonsia. Serta terlalu besar alias makrodonsia.

"Ada yang jumlahnya (gigi) berlebih, supernumerary namanya. Itu kenapa? Please dibawa anak sebelum usia setahun supaya keadaan-keadaan tertentu tersebut bisa dideteksi sejak dini," tegasnya.

Nah Moms, dengan memahami kondisi-kondisi di atas, harapannya orang tua bisa segera memeriksakan si kecil ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url