Ilustrasi bercak putih pada gigi anak. Foto: Pangram/Shutterstock
Tak sedikit orang tua merasa bersalah ketika melihat gigi anaknya mulai berlubang atau terlihat tidak normal. Padahal, sudah merasa rajin menyikatkan gigi, membatasi makanan manis, dan rutin kontrol ke dokter gigi. Tapi tahukah Anda, bahwa tidak semua masalah gigi anak disebabkan oleh perawatan yang kurang tepat?
Menurut Dokter Spesialis Gigi Anak yang juga expert kumparanMOM drg. Joshua Calvin, Sp.KGA, ada beberapa kondisi gigi yang sudah terbentuk sejak anak masih dalam kandungan.
"Memang sebenarnya ada beberapa kondisi gigi anak yang bukan karena salah perawatan tetapi memang sudah terbentuk sejak dalam kandungan," ujar drg. Joshua kepada kumparanMOM, Minggu (21/9).
Kata Ahli soal Kondisi Gigi Bawaan pada Anak yang Perlu Dipahami
Berikut beberapa kondisi gigi anak yang bisa terjadi sejak masa kandungan:
1. Hipoplasia Email
Ilustrasi gigi susu anak. Foto: Shutterstock
Ini merupakan kondisi di mana lapisan email (pelindung luar gigi) terbentuk sangat tipis atau kurang sempurna. Akibatnya, gigi jadi lebih mudah berlubang, meski anak sudah rajin sikat gigi. Hipoplasia email juga dapat terjadi jika selama masa kehamilan ibu mengalami gangguan nutrisi atau infeksi tertentu.
2. Amelogenesis Imperfecta
Kondisi ini merupakan kelainan genetik yang menyebabkan email gigi rapuh dan berubah warna, bahkan sejak gigi pertama tumbuh. Gigi bisa tampak kekuningan, keabu-abuan, atau kecoklatan, dan lebih rentan mengalami kerusakan.
3. Dentinogenesis Imperfecta
Ilustrasi Gigi Anak Copot. Foto: Shutterstock
Masih termasuk gangguan genetik, kondisi ini membuat lapisan dalam gigi tidak berkembang sempurna. Gigi anak bisa tampak kebiruan atau kecoklatan, dan sangat mudah patah atau rapuh.
Selain itu, drg. Joshua juga menyebut ada kondisi di mana ukuran gigi sangat kecil atau dalam medis disebut mikrodonsia. Serta terlalu besar alias makrodonsia.
"Ada yang jumlahnya (gigi) berlebih, supernumerary namanya. Itu kenapa? Please dibawa anak sebelum usia setahun supaya keadaan-keadaan tertentu tersebut bisa dideteksi sejak dini," tegasnya.
Nah Moms, dengan memahami kondisi-kondisi di atas, harapannya orang tua bisa segera memeriksakan si kecil ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.